Lebaran CDN

Penjualan Tiket Kapal Laut di Sulteng Dihentikan Mulai 3 Mei 2021

Sumarno, kabid Angkutan dan Keselamatan Jalan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sulteng - Foto Ant

PALU – Terhitung mulai 3 Mei 2021 Pelni tidak lagi menjual tiket kapal laut untuk kawasan Sulawesi Tengah. Sementara untuk tiket pesawat penghentian dilakukan mulai 6 Mei 2021.

Begitu halnya dengan penjualan tiket pesawat terhitung mulai 6 Mei 2021 dihentikan hingga batas waktu sudah ditetapkan,” kata Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Jalan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sulteng, Sumarno di Palu, Rabu (21/4/2021).O

tomatis selama masa pelarangan mudik Lebaran yang telah ditetapkan pemerintah pusat tertanggal 06-17 Mei, kapal laut milik PT Pelni dan maskapai penerbangan untuk sementara waktu tidak beroperasi. Kebijakan itu semata-mata untuk mencegah penyebaran COVID-19. Pelarangan mudik Lebaran di satu sisi sangat berdampak bagi Perusahaan Otobis (PO) untuk jasa angkuatan darat, angkutan laut perusahaan maskapai penerbangan yang ada.

Karena tidak beroperasi, otomatis pemasukan nihil, sementara di satu sisi harus membayar pajak. Akan tetapi di sisi lain juga dihadapkan pada masalah kesehatan dan keselamatan jiwa manusia. Hendaknya kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, terkait pelarangan mudik Lebaran dapat ditanggapi secara arif dan bijaksana oleh semua pihak, termasuk masyarakat sebagai pelaku perjalanan.

Ketua Umum DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulteng, Achrul Udaya berharap, semua pihak bisa memaklumi kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran, demi kebaikan dan kepentingan kita bersama. Kebijakan itu tentu sudah melalui kajian dan pertimbangan yang matang, karena semata-mata mengutaman kesehatan dan keselamatan kita semua.

Bagaimanapun, pemerintah telah berupaya keras untuk menghentikan penyebaran COVID-19 agar secepatnya berakhir dari Bumi Pertiwi Indonesia. “Kita harus mendukung dan tetap menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19, sebab itu adalah benteng pertahanan yang paling tepat untuk kita semua terhindar dari serangan virus mematikan itu,” ujar Achrul.

Memang dampak dari kebijakan tersebut sangat besar terhadap dunia usaha, tetapi lebih penting adalah nyawa, sebab uang bisa dicari, tetapi nyawa tidak bisa dibeli. (Ant)

Lihat juga...