Lebaran CDN

Pentingnya Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri Jasa Keuangan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Untuk pertama kalinya, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) melakukan kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MOU dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY.

Kerjasama berupa penyelenggaraan kegiatan magang hingga penelitian atau riset bagi mahasiswa ini dilakukan sebagai bagian mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Prof. Dr. Ciptasari Prabawanti, S.Psi, MSc, Ph.D, mengatakan, selama ini dunia pendidikan masih memiliki PR besar dalam mewujudkan link and match dengan dunia kerja.

Di mana mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki pengetahuan secara teoritis yang didapat dari kampus saja, namun juga dituntut memiliki kemampuan atau skill yang diperoleh secara profesional.

“Sehingga ketika lulus mahasiswa atau sarjana punya keterampilan yang dibutuhkan oleh industri. Tidak hanya teoritis saja. Kerjasama ini merupakan salah satu upaya kita mewujudkan hal tersebut. Yakni untuk mengasah keterampilan mahasiswa agar bisa memenuhi kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya. Kerjasama ini juga merupakan wujud dari program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar,” katanya di kampus setempat, Kamis (29/4/2021).

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY, Santoso Rohmad, menilai pentingnya kerjasama antara dunia pendidikan dengan pelaku industri jasa keuangan. Ia menilai kerjasama semacam ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, namun juga bagi para pelaku industri jasa keuangan itu sendiri.

“Dengan kerjasama ini mahasiswa tentu akan punya gambaran tentang dunia kerja, khususnya terkait industri jasa keuangan. Dengan bekal literasi keuangan ini mahasiswa juga akan bisa menjadi agen untuk menyampaikannya ke masyarakat. Sehingga bisa membantu meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, adanya kerjasama ini juga diharapkan akan mampu mendorong entrepreneurship di kalangan mahasiswa. Termasuk di dalamnya turut berkontribusi untuk memajukan dan memberdayakan sektor UMKM.

“Sekarang ini kan  banyak start up yang dimulai dan digerakkan oleh mahasiswa. Dan dalam hal ini tentu industri jasa keuangan membutuhkan mereka. Sehingga kita juga mendukung mahasiswa agar bisa membuat atau memulai usaha tanpa perlu menunggu setelah lulus,” pungkasnya.

Lihat juga...