Penyelam Selidiki Kapal ‘Ever Given’ yang Terdampar

ISMAILIA – Para Penyelam memeriksa lambung kapal Ever Given pada hari Rabu (31/3), ketika pria yang bertugas menyelidiki bagaimana kapal kontainer raksasa itu terdampar, mencekik perdagangan internasional melalui Terusan Suez selama hampir sepekan, naik ke kapal.

Penyelidik utama Kapten Sayed Sheasha, yang menaiki Ever Given pada Rabu sore, mengatakan penyelidikan akan mencakup pemeriksaan kelayakan kapal dan tindakan kapten kapal untuk membantu menentukan penyebabnya.

Penyelam pergi untuk memeriksa lambung kapal saat berlabuh di daerah Danau Bitter, kata sumber kanal. Kapten Ever Given berkomitmen untuk sepenuhnya mematuhi penyelidikan tersebut, kata Sheasha.

“Kapal akan tetap berada di daerah danau sampai penyelidikan selesai,” kata Ketua Otoritas Terusan Suez (SCA) Osama Rabie kepada saluran televisi lokal Rabu malam, menambahkan tidak ada kerangka waktu yang pasti untuk penyelidikan.

Rabie juga mengatakan, bahwa penyelidik pada Rabu telah memeriksa kru kapal. “Jumlah kerusakan dan kerugian dan berapa banyak kapal keruk yang digunakan, akan dihitung. Perkiraannya, insyaallah, akan mencapai satu miliar dolar (RP 14,5 TRILIUN) dan sedikit lebih, ini adalah hak negara,” kata Rabie kepada saluran lokal lainnya, tanpa menyebutkan secara spesifik siapa yang akan membayar dan apakah Mesir telah meminta kompensasi.

Penyumbatan selama enam hari membuat rantai pasokan global berantakan, setelah kapal sepanjang 400 meter (1.300 kaki) macet secara diagonal di bagian selatan terusan itu, rute pengiriman terpendek antara Eropa dan Asia.

SCA mengatakan pada  Rabu, bahwa pengiriman telah kembali ke level normal, dengan total 81 kapal yang transit di Terusan Suez.

Lembaga Leth Mesir mengatakan pada  Rabu, bahwa total 163 kapal telah transit di Terusan Suez sejak pembukaan kembali dan 292 kapal saat ini sedang menunggu.

Lima kapal gas alam cair (LNG) transit pada Selasa, kata analis komoditas Kpler dalam sebuah catatan, menambahkan, kemacetan di kanal itu “sekarang dengan cepat berkurang”.

SCA telah menjadwalkan konvoi pengiriman yang dipercepat dan berharap tumpukan kapal dapat diselesaikan pada akhir minggu.

Pemblokiran kanal diperkirakan akan menimbulkan kebingungan klaim asuransi, dengan Lloyd’s of London memperkirakan adanya “kerugian besar”, mungkin sebesar 100 juta dolar AS  (RP1,5 TRILIUN) atau lebih, menurut kepala Lloyd’s of London.

Pemilik Ever Given Jepang, mengatakan belum menerima klaim atau tuntutan hukum apa pun atas penyumbatan tersebut. (Ant)

Lihat juga...