Lebaran CDN

Perantau Asal Sumbar Diminta Tidak Mudik Lebaran

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta, para perantau dari daerahnya dapat menahan diri untuk tidak mudik saat Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal itu sebagai langkah mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Kepada warga masyarakat perantau agar jangan pulang ke Sumbar dahulu. Kita akan koordinasikan teknis penjagaan wilayah perbatasan nantinya,” ujar Mahyeldi, Kamis (15/4/2021).

Apabila perantau rindu akan masakan Minang, seperti randang, lamang tapai dan lainnya. Dirinya meminta kepada keluarga yang di sini, untuk mengirimkan makanan tersebut kepada para perantau. Sementara jika ingin bertemu saudara, saat ini dapat dilakukan melalui panggilan video atau pertemuan virtual, dengan berbagai aplikasi yang ada saat ini. Menurutnya, langkah menahan perantau pulang sebagai cara menyelamatkan para orang tua yang ada di kampung halaman.

Pada tahun lalu, saat libur Hari Raya Idul Adha, terjadi peningkatan kasus COVID-19, karena pemerintah memperbolehkan pulang kampung. “Ini yang coba kita antisipasi bersama dan kita minta perantau mengurungkan niat untuk mudik,” tandasnya.

Terkait dengan perantau yang pulang sebelum tanggal penutupan akses mudik. Ia meminta Dinas Kesehatan kota dan kabupaten di Sumbar, melakukan pelacakan terhadap mereka yang baru datang. “Lakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan jika ada yang positif langsung diisolasi,” tandasnya.

Menurut Mahyeldi, saat 6-17 Mei 2021 nanti, angkutan penerbangan akan berhenti beroperasi dan tidak ada pesawat mengangkut orang ke Sumbar. Terkait dengan jalur darat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengamanan di lapangan nantinya Polda Sumbar siap jaga perbatasan saat larangan aturan mudik 2021

Sebelumnya, Polda Sumatera Barat menyatakan kesiapan dalam menjaga wilayah perbatasan daerah dengan provinsi tetangga, saat larangan mudik 2021 ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawalan wilayah perbatasan dan melarang orang masuk ke Sumbar. “Personel akan berjaga dan meminta kendaraan yang masuk tanpa surat akan diminta putar balik,” tegasnya.

Untuk titik yang akan dijaga, serta teknis pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. “Nanti akan ada rapat koordinasi terkait penerapan aturan larangan mudik ini yang akan dimulai 6-17 Mei 2021,” jelasnya.

Satake Bayu menyebut, yang diperbolehkan masuk ke Sumatera Barat adalah mereka yang memiliki surat keterangan datang ke daerah itu. “Karena perjalanan dinas dan keperluan penting lainnya, seperti keluarga meninggal dunia atau sakit parah,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...