Permainan yang Libatkan Fisik Bantu Tumbuh Kembang Anak

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah permainan aktif yang melibatkan pergerakan tubuh bantu tumbuh kembang anak. Seperti gasing, sekongan, kelereng, sepak bola.

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang Lampung Selatan, Jumat (2/4/2021). Foto: Henk Widi

Hendra, salah satu anak di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut bermain kelereng melibatkan pergerakan tubuh. Normalnya ia bisa mengikuti aktivitas olahraga senam saat sekolah. Namun selama pandemi Covid-19 sekolah tatap muka yang dilakukan secara online membuat ia melakukan olahraga di rumah.

“Bermain kelereng hanya selingan karena anak anak di desa bisa melakukan aktivitas lain berupa petak umpet, sekongan yang menggunakan teknik gerakan lari sehingga memaksimalkan pergerakan tubuh, namun dengan suasana menyenangkan,” terang Hendra saat ditemui Cendana News, Jumat (2/4/2021).

Kegiatan olahraga dengan permainan tradisional sebut Hendra dilakukan dengan sederhana. Sebab anak anak di pedesaan kerap hanya memiliki peralatan terbatas. Saat bermain sepak bola ia mengaku kerap hanya mempergunakan bola terbuat dari jeruk.

Anton, salah satu orangtua di Desa Maja, Kecamatan Kalianda menyebut olahraga tradisional membantu mengoptimalkan kekuatan tubuh. Beberapa aktivitas olahraga menyesuaikan hobi, fasilitas yang tersedia. Bagi anak anak di tepi pantai lapangan berpasir kerap digunakan untuk bermain bola.

Bermain dengan melibatkan fisik sebut Anton ikut membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. Terlebih saat pandemi Covid-19 kecenderungan anak bermain gawai membuat aktivitas fisik berkurang.

Bagi anak anak di kota dengan fasilitas sarana dan prasarana memadai, olahraga inline skate jadi pilihan. Adeline, salah satu anak mengaku bermain inline skate di lapangan Saburai, Bandar Lampung. Anak asal Jati Agung, Lampung Selatan itu mengaku aktifitas fisik di luar ruangan lebih banyak dilakukan.

“Kelenturan tubuh, kekuatan kaki dan keseimbangan gerakan dilatih untuk bisa memainkan sepatu inline skate,”cetusnya.

Dukungan fasilitas dari orangtua sebutnya dilakukan sesuai dengan kesukaan anak. Gerakan yang dilakukan sebutnya meski memiliki resiko cedera telah diantisipasi dengan alat pengaman.

Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Ketapang menyebutkan, kegiatan fisik menjadi olahraga yang bermanfaat bagi anak. Sesuai dengan tingkatan usia anak olahraga bisa dipilih dengan melibatkan pergerakan tubuh.

Aktivifitas fisik yang cukup setiap hari sebut Samsu Rizal mendukung tumbuh kembang anak. Namun orangtua juga tetap harus memperhatikan asupan gizi pada makanan. Sebab kegiatan fisik yang menguras tenaga bisa diganti dengan asupan makanan bernutrisi.

Lihat juga...