Lebaran CDN

Permen Gulali Laris Manis di Bulan Ramadan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Ramadan membawa berkah tersendiri bagi Kasim, Penjual Permen Gulali asal desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Pria sepuh berusia 64 tahun mengaku dagangannya laris manis di bulan ini.

“Alhamdulillah sekarang banyak yang beli. Biasanya paling laku 15 permen, sekarang bisa laku sedikitnya 50,” kata Kasim kepada Cendana News, saat ditemui di pasar tonggeng (dadakan) di Kampung Cipulus, Rabu (21/4/2021).

Meski tidak sepopuler tahun 1990-an, namun menurut Kasim yang sudah berjualan jajanan tradisional sejak 20 tahun lalu itu, peminat permen gulali saat ini masih cukup tinggi.

“Namanya jajanan anak-anak ya pasti peminatnya banyak anak-anak. Tapi ada juga orang dewasa yang beli, katanya mau nostalgia, karena sekarang jarang ada yang jual begini,” ungkap Kasim.

Selama Ramadan, Kasim mulai berjualan pukul 16.00. Ia menyebut kerap melapak di sejumlah pasar tonggeng di wilayah Cikancung dan beberapa mesjid besar yang mengadakan salat tarwih, seperti Masjid Al-Ikhlas Kampung Cipulus.

“Di tempat-tempat itu kan anak kecil banyak, sebelum dan sehabis salat mereka banyak yang jajan. Alhamdulillah pendapatan saya juga jadi semakin bartambah,” ungkap Kasim.

Harga satu permen gulali ia jual sebesar Rp2.500. Pembeli bisa memesan berbagai bentuk permen, mulai dari bunga hingga macam-macam hewan seperti burung dan ular.

Di tempat yang sama, Selvi (27) mengatakan, bahwa cita rasa permen gulali yang dijual Pak Kasim selalu berhasil menghadirkan kenangan masa lalu nya ketika masih berada di sekolah dasar.

“Khas permen gulali itu kan manis, agak keras. Pokoknya jadi ingat masa kecil. Apalagi warnanya, hijau merah itu wah, berasa kecil lagi,” kata Selvi.

Ia pun berharap, jajanan-jajanan sejenis itu yang saat ini semakin langka, bisa terus dipertahankan. Ia bahkan mengusulkan, agar ada yang bersedia mengakomodir para penjual jajanan tradisional itu dan ditempatkan di satu lokasi tertentu.

“Kan bagus juga kalau ada semacam pusat jajajan tradisonal. Seperti permen gulali, cemilan jaring laba-laba, atau rambut nenek. Saya yakin pasti peminatnya banyak, dan bukan hanya anak-anak,” pungkas Selvi.

Lihat juga...