Lebaran CDN

Persiapan PPDB di Bekasi Sudah 75 Persen

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Krisman, sekretaris Disdik Kota Bekasi, menyampaikan Persiapan PPDB Online di Kota Bekasi sudah 75 persen, Kamis (29/4/2021). Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022 di Kota Bekasi, Jawa Barat sudah 75 persen. Selanjutnya Dinas Pendidikan akan berkonsultasi ke Komisi IV DPRD Kota Bekasi sebagai tambahan masukan.

“25 persen lagi menyampaikan kepada komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Kota Bekasi. Setelah mendapat masukan akan langsung dibahas di eksternal seperti Kecamatan, lurah, tokoh masyarakat dan organisasi mitra Disdik,” ungkap Krisman, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, dikonfirmasi Cendana news, Kamis (29/4/2021).

Dikatakan diperkirakan sosialisasi dilaksanakan kepada masyarakat dijadwalkan pada Mei 2021. Setelah itu pada Juni langsung dilakukan penerimaan melalui PPDB.

“Mengacu pada biasanya Juni PPDB 2021-2022 di Kota Bekasi, mulai dilaksanakan. Tahun ini sesuai hasil kesepakatan bersama terdapat sedikit perubahan sistem PPDB tahun ini,”jelasnya.

Menurutnya perubahan akan terjadi pada jalur afirmasi akan diperluas dan diperbanyak. Hal ini menimbang masa pandemi banyak masukan banyak orang tua siswa yang anaknya lulus SD ke SMP mendapat pemberhentian kerja alias PHK.

“Jalur afirmasi oleh tim dalam draf PPDB 2021-2022 oleh tim dibuat perubahan signifikan ke sistem afirmasi dengan kondisi pandemi ini, banyak kena PHK diperusahaan,” tukas Krisman.

Dikatakan dengan memperbanyak jalur afirmasi di perbanyak ada tambahan luar kota diberikan 5 persen untuk perbatasan misalnya untuk perbatasan Jabotabek.

Ia juga menyinggung terkait penambahan Unit Sekolah Baru (USB) ditahun ajaran 2021-2022 mengatakan masih melakukan kajian. Masukan ada dua lokasi penambahan USB seperti wilayah Bantargebang dan Pondok Melati.

Namun demikian jelasnya, kedua wilayah tersebut masih dilakukan kajian, melipui proposal yang diajukan serta dilihat jalur afirmas tingkat lolos SD di wilayah tersebut.

“Masih ada 13 kelurahan yang tidak memiliki SMP di wilayah Kota Bekasi. Masih terus dilakukan kajian, dan pastinya hal itu akan diwujudkan karena sesuai dengan visi misi Kota Bekasi satu kelurahan satu SMP,” tandasnya mengatakan itu bertahap.

Ketidakpuasan BMPS kalo kita melihat data jumlah lulusan SD yang akan ke smp itu 36 persen masih ada

Disinggung terkait tidak dilibatkan pihak BMPS dalam pembahasan draf PPDB 2021-2022, Krisman menegaskan bahwa dari total lulusan SD di Kota Bekasi total hanya 36 persen masuk ke sekolah negeri.

“Sisanya silahkan sekolah swasta melalui BMPS untuk menarik dan merangkul anak-anak untuk masuk ke sekolah swasta. Sekolah swasta itu sebenarnya bagaimana meyakinkan masyarakat untuk masuk mendaftar,” paparnya.

Lebih lanjutnya dikatakan sesuai amanah UU, tegas mengatur tidak ada perbedaan antara sekolah swasta dan negeri. Ia mencontohkan ketika masuk akademi militer, tidak ditanya dari ijazahnya dikeluarkan oleh sekolah swasta atau negeri. Artinya tidak ada perbedaan.

“BMPS bagaimana menggait masyarakat, banyak hal yang bisa ditampilkan agar masyarakatan tertarik. Karena lulusan SD ke SMP sesuai data 2019-2020 sisanya masih banyak masih ada 64 persen lagi. Bagaimana menggait 64 persen ini,” pungkasnya.

Lihat juga...