Lebaran CDN

Persoalan Sampah dan Sedimentasi Masih Ditemukan di Kali Semarang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Persoalan sedimentasi atau endapan lumpur, masih ditemukan di sejumlah titik Kali Semarang, seperti di sekitar kawasan Pecinan Semarang. Sampah dan limbah rumah tangga yang masuk juga memperburuk kondisi sungai.

Padahal, selayaknya fungsi sungai, keberadaan Kali Semarang ini memiliki peran vital, dalam menjaga lingkungan agar tidak terjadi banjir saat musim hujan.

Selain itu, Kali Semarang juga menjadi salah satu sungai terpanjang di Kota Semarang, yang mengalir dari belakang Pasar Kembang Kalisari, kemudian ke arah Lawang Sewu. Berbelok ke timur melewati Jl Thamrin dan Jl Gajahmada, hingga ke daerah Pecinan. Dari Pecinan, berbelok ke utara ke Jembatan Berok, hingga ke muara di sekitar Jl Arteri Yos Sudarso.

“Sebenarnya persoalan sedimentasi ini sudah pernah disampaikan dinas terkait, namun sejauh ini memang belum ada tindak lanjut. Mungkin masih terbentur anggaran akibat covid-19,” papar Setiawan, warga Semarang, yang tinggal di sekitar Kali Semarang, kawasan Pecinan Semarang, saat ditemui Rabu (28/4/2021).

Dijelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya sudah pernah dilakukan pengerukkan sedimentasi, namun saat ini kondisi endapan sudah kembali tinggi.

“Kalau turun hujan cukup deras dan durasinya lama, terkadang saya juga was-was, takut kalau banjir. Namun sejauh ini memang belum sampai air dari sungai meluap, namun kalau tidak dilakukan upaya pengerukkan, bisa jadi nantinya air sungai akan meluap saat hujan deras,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Meylani. Menurutnya, kondisi sedimentasi juga diperparah dengan adanya sampah yang masih banyak dibuang ke sungai atau terbawa arus saat hujan deras.

“Sungainya jadi kotor, karena ada sampah-sampah. Selain itu juga sedimentasinya juga semakin tinggi. Itu bisa dilihat dari adanya tanaman yang tumbuh di tengah-tengah sungai, karena ada endapan lumpur disana,” terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Sih Rianung, saat dihubungi di Semarang, Rabu (28/4/2021). Foto Arixc Ardana

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Sih Rianung, saat dihubungi menjelaskan, perawatan sungai tetap dilakukan secara bertahap, termasuk pengerukkan sedimentasi.

”Ada perawatan rutin yang dikerjakan DPU. Di satu sisi, kami juga meminta peran aktif masyarakat untuk ikut merawat sungai. Setidaknya dengan tidak membuang sampah ke sungai, ” jelas Rianung.

Khusus untuk pengerukan sedimentasi, lanjut dia, akan melihat seberapa parah sedimentasi. Bila sudah waktunya perawatan, maka petugas DPU akan turun mengecek lokasi terlebih dahulu, kemudian baru melakukan pengerukan.

“Kita berupaya mengoptimalkan agar perawatan sungai bisa dilakukan, ini juga menjadi upaya kita dalam mencegah bencana banjir di Kota Semarang,” pungkasnya.

Lihat juga...