Lebaran CDN

Petakan Jalan Tikus, Polda Metro Antisipasi Pemudik Sepeda Motor

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo, saat memberikan komentar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/2/2021) - Foto Ant

JAKARTA – Polda Metro Jaya, memetakan sejumlah lokasi penyekatan, sebagai antisipasi mudik tahun 2021. Salah satunya mendata keberadaan jalur tikus, yang biasanya menjadi jalan alternatif bagi kendaraan sewaan (travel) ilegal maupun pemudik dengan sepeda motor.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya telah menentukan lokasi penyekatan untuk larangan mudik pada 6-17 Mei mendatang. “Titik penyekatan yang kedua terutama untuk jalur tikus, baik travel gelap maupun para pemudik sepeda motor,” kata Kombes Sambodo, saat meninjau Jembatan Siphon Cibeet, Bekasi, Sabtu (17/4/2021).

Sambodo menyebut, masyarakat yang nekat melakukan mudik menggunakan kendaraan pribadi, termasuk membawa keluarga akan diputar balik, jika melewati sejumlah pos pengamanan.

Sementara, kendaraan pribadi yang digunakan memungut bayaran atau disebut travel gelap, akan dikenakan sanksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksinya denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan.

Adapun operator bus, yang tetap beroperasi membawa penumpang akan dikenakan sanksi, baik teguran maupun pencabutan usaha dari Kementerian Perhubungan. “Kalau, dia usaha yang berizin, misalnya, bus sudah dibilang tidak boleh jalan, tetapi dia jalan, ada sanksi dari Dinas Perhubungan, baik teguran atau pencabutan (izin usaha) atau sanksi lain,” kata Sambodo.

Pemerintah secara resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021, tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021. (Ant)

Lihat juga...