Lebaran CDN

Petani di Bekasi Keluhkan Sampah Sumbat Aliran Air ke Sawah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Puluhan petani dari tiga kecamatan di wilayah Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berjibaku membersihkan hamparan sampah di sekitar pintu air utama Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut).

Mereka melakukan pembersihan dengan cara pembakaran di atas tumpukan sampah yang menggunung dan menyumbat aliran air hingga mengakibatkan sawah petani di 15 desa tidak mendapatkan pasokan air.

Inisiatif tersebut dilakukan karena petani di wilayah setempat mulai memasuki masa tanam. Sementara, tidak ada inisiatif pemerintah untuk membersihkan gunungan sampah yang telah lama menyumbat pintu air CBL tersebut.

Pantauan Cendana News di lokasi, terlihat puluhan petani dari tiga kecamatan meliputi Sukawangi, Sukarya dan Sukatani, turun ke kali, mereka membersihkan hamparan sampah dengan cara pembakaran di atas tumpukan sampah yang menutupi Kali CBL tersebut.

“Membersihkan tumpukan sampah di pintu air Kali CBL ini sebenarnya bukan pekerjaan manusia. Harusnya mesin seperti beckho untuk mengangkat hamparan sampah yang menggunung ini,” ungkap Aman, petani dari Desa Sukakarta kepada Cendana News di lokasi, Senin (26/4/2021).

Maka supaya aliran air ke sawah petani lancar, akhirnya petani berinisiatif turun melakukan pembersihan secara manual.

Pembina KPA Ranting, Mang Oye, mengakui kondisi tersebut sudah berulang terjadi. Padahal jelasnya beberapa waktu lalu relawan sudah melakukan pembersihan di lokasi yang sama.

“Memang harus menggunakan alat berat jika mengangkut sampah di pintu air utama Kali CBL. Ini petani inisiatif sendiri, memang kalau tidak dibakar dulu sulit mengurai tumpukan sampah tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, petani tentu resah dengan kondisi tersumbatnya Kali CBL berdampak pada areal persawahan mereka. Namun demikian jelasnya selain sampah, penyebab tersumbatnya aliran sungai juga diakibatkan pendangkalan dasar sungai.

“Dalam hal ini seharusnya dari pihak pemerintah terkait yang bertanggung jawab salah satunya seperti PJT dan BBWS untuk melakukan pendalaman alur. Lokasi tersebut terjadi pendangkalan,” tegas Mang Oye.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bekasi, bisa memberi perhatian terkait pendangkalan di Kali CBL sehingga petani sawah yang mengandalkan aliran air dari sungai tersebut bisa lebih terjamin.

Lihat juga...