Lebaran CDN

PGRI Flores Timur Gelar Lomba Menulis Feature bagi Guru

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur mengajak rekan-rekan guru se-Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk berpartisipasi dalam lomba menulis feature.

“Kami melaksanakan lomba menulis feature ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2021,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur, NTT, Maksimus Masan Kian, saat dihubungi Cendana News, Selasa (27/4/2021).

Maksi sapaannya menyebutkan, lomba yang diluncurkan secara virtual dari Sekretariat PGRI Flores Timur ini mengangkat tema “Perjuangan Siswa, Guru, Kepala Sekolah, Orang Tua dalam Menciptakan Iklim Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid-19”.

Sementara sub temanya yakni Perjuangan Siswa saat Belajar Dari Rumah (BDR), Perjuangan Guru Mengunjungi dan Mendampingi Siswa saat BDR, Gagasan Inovatif Kepala Sekolah dalam Menciptakan Iklim Belajar serta Peran Orang Tua Menciptakan Iklim Belajar di lingkungan.

“Kriteria lomba menulis feature di antaranya lomba penulisan karangan khas (feature) dibuka untuk guru se-NTT serta karya feature harus yang asli, tidak duplikat atau replikatif,” ujarnya.

Selain itu tambah Maksi, karya belum pernah atau sedang diikutsertakan dalam lomba apa pun dan belum pernah dipublikasikan serta tulisan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Selain itu tambahnya, peserta bukan pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur dan peserta dapat mengirim maksimal 3 naskah serta naskah diketik dengan huruf Times News Roman ukuran huruf 12, spasi 1,5 dan 8 dengan jumlah kata 400 sampai 1700 kata.

Maksi menyebutkan, pengiriman karya melalaui em@il pgriflotim@gmail.com mulai tanggal 26 April hingga 30 Mei 2021 dan setiap peserta wajib melampirkan identitas nama lengkap, asal sekolah, alamat, email, nomor WhatsApp, NIK dan nomor rekening.

“Pengumuman hasil lomba melalui email masing-masing pemenang, akun Facebook PGRI Flores Timur, Youtube PGRI Flores Timur dan Mobile PGRI Flores Timur pada bulan Juni 2021,” jelasnya.

Maksi menjelaskan, pemenang I, II, dan III berhak mendapatkan piagam penghargaan dari Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur dan uang tunai serta pemenang 10 besar juga berhak mendapatkan piagam penghargaan.

Dia menambahkan, naskah tulisan yang masuk menjadi hak PGRI Flores Timur untuk dibuatkan buku ber-ISBN serta keputusan dewan juri bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat serta panitia berhak menggugurkan pemenang apabila karyanya diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba.

Selain itu ucapnya, tiga dewan juri yang dipercaya PGRI Kabupaten Flores Timur di antaranya, Fransiskus Pati Herin (Wartawan Kompas), Dr. Marsel Robot (Penulis/Dosen Undana Kupang) dan Silvester Petara Hurit (Penulis/Seniman).

Ia pun mengajak guru-guru se -NTT untuk berkreasi mengisi ruang kompetisi positif ini.

“Bapa ibu guru se-NTT silakan manfaatkan ruang kreasi ini, menuangkan cerita pengalaman yang menarik sepanjang pembelajaran di tengah Covid-19. Karya terbaik tentunya akan menginspirasi guru se-nusantara,” ungkapnya.

Maksi menyebutkan, segenap pengurus PGRI Flores Timur terus berupaya memfasilitasi potensi dan kreasi yang ada pada guru.

“Mari belajar bersama, saling memotivasi, menguatkan dan menginspirasi. Salah satunya melalui berbagi karya tulis feature,” kata Maksi.

Sementara itu, Silvester Petara Hurit salah seorang juri mengapresiasi langkah yang diambil PGRI Flores Timur dengan melaksanakan lomba menulis bagi para guru se-NTT.

Sil sapaannya berharap agar lomba ini diikuti oleh banyak guru di NTT supaya bisa melatih para guru dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas.

“Lomba menulis bagi para guru ini sangat bagus. Kita berharap agar banyak guru yang berpartisipasi dan lomba seperti ini sering diadakan agar bisa memotivasi para guru dalam menghasilkan karya berkualitas,” ucapnya.

Lihat juga...