PGRI Flotim Data Tenaga Pendidik dan Siswa Terdampak Banjir Bandang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Banjir bandang yang melanda tiga kecamatan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan rusaknya infrastruktur pendidikan dan menghambat proses belajar mengajar.

Ketua Persatuan Guru Republik Indoenesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur, NTT, Maksimus Masan Kian saat ditemui di sekertariat PGRI, Senin (5/4/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Saat ini, PGRI Flores Timur sudah melakukan koordinasi dengan ketua-ketua cabang untuk melakukan pendataan khusus guru dan siswa yang terdampak,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian saat ditemui di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021).

Maksi sapaannya mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan agar para siswa dapat diperhatikan khusus dalam pelayanan pendidikan menghadapi ujian sekolah.

Ia sebutkan, banjir bandang yang terjadi tentunya sangat berdampak juga pada siswa apalagi saat ini, sedang dalam persiapan ujian sekolah.

PGRI berharap, kiranya elemen terkait segera melakukan pendataan kepada guru dan siswa sehingga mendapat perhatian khusus dalam kaitan dengan pelayanan pendidikan.

“Kepada Pengurus Cabang PGRI, juga diarahkan untuk menciptakan kelas inspirasi, mendampingi anak-anak di sekitar lokasi yang terdampak banjir untuk membantu pemulihan rasa trauma,” ujarnya.

Maksi menambahkan, kondisi saat ini para guru dan siswa secara perlahan dilakukan pemulihan trauma Covid-19 dan sekian lama belajar dilakukan dari rumah.

Ia mengakui, rencananya ujian sekolah tahun 2021 ini dalam berlangsung pekan ini secara tatap muka dengan sistem shift.

“Kini datang bencana banjir, sekiranya ada percepatan pelayanan yang dapat dimulai dari pendataan dan perhatian khusus bagi para guru dan siswa,” pintanya.

Maksi menegaskan, fenomena alam memang tidak bisa diduga atau diprediksi, namun jika pengetahuan tentang mitigasi bencana dimiliki maka bisa meminimalisir korban bencana.

Ia berharap semoga pemerintah daerah dapat terhubung baik dan cepat dengan pemerintah pusat untuk pemulihan kondisi saat ini dimana rumah hancur, jalan dan jembatan putus, juga jaringan listrik dan telepon rusak total.

“PGRI Kabupaten Flores Timur turut mengambil peran bersama membantu korban yang terkena dampak bencana banjir. Sejak Minggu siang, kami membuka donasi bagi korban bencana di Pulau Adonara ,” terangnya.

Ia menyebutkan, PGRI Flores Timur menyampaikan rasa duka mendalam, terkhusus lagi pada rekan seperjuangan, anggota PGRI Cabang Adonara Timur atas nama Lambertus Lawang Muda, Guru SMAN 1 Adonara Timur yang meninggal dunia.

“Kami menyampaikan duka yang mendalam.Informasi yang diterima, jenazah Lambertus Lawang Muda baru ditemukan siangnya setelah terseret banjir pada dini hari, Minggu 4 April 2021,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus payong Boli mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan segenap relawan dan Tim SAR untuk terus melakukan pencarian korban.

Agus sapaannya menambahkan, pemerintah juga terus melakukan pendataan jumlah korban jiwa dan sarana serta pra sarana yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Pulau Adonara.

“Kita terus melakukan pendataan sarana dan pra sarana pendidikan yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam penanggulangan pasca bencana,” ungkapnya.

Lihat juga...