Lebaran CDN

PGRI Jateng Minta Semua Sekolah Ikuti Uji Coba PTM Tahap II

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng, mendorong seluruh sekolah di Jateng, melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahap II mendatang. Hal ini diperlukan agar seluruh sekolah, baik dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK sederajat, benar-benar siap menggelar PTM terbatas pada tahun ajaran baru 2021/2022.

“Pada uji coba PTM tahap I, 5 – 16 April 2021 lalu yang diselenggarakan Pemprov Jateng, baru diikuti sebagian kecil sekolah yang ada di Jateng, karena setiap masing-masing kabupaten kota rata-rata hanya diikuti 6-8 sekolah atau secara keseluruhan kurang lebih 140 sekolah. Angka ini sangat kecil dibandingkan dengan jumlah sekolah di Jateng, yang angkanya mencapai puluhan ribu,” papar Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi, SH, M.Hum, saat dihubungi di Semarang, Kamis (22/4/2021).

Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi, SH, M.Hum, saat dihubungi di Semarang, Kamis (22/4/2021). Foto: Arixc Ardana

Sebagai gambaran, berdasarkan referensi.data.kemdikbud.go.id, jumlah satuan pendidikan di Jateng mencapai 31.399 sekolah.

Angka tersebut terdiri dari jenjang SD sebanyak 17.769 sekolah negeri, 5.294 swasta dengan total 23.063 sekolah, kemudian SMPN 1.900, swasta 3.251 dengan total 5.151 sekolah, jenjang SMAN 425, swasta 1.169, total 1.594 dan SMKN 238 , swasta 1.353, total 1.591 satuan pendidikan.

“Jika mereka ini akan melakukan PTM pada tahun ajaran baru mendatang, maka semuanya harus mengikuti uji coba PTM. Jangan sampai, pada tahun ajaran baru, mereka baru mulai uji coba. Kalau memang saat ini belum siap, pemerintah harus melakukan pendampingan, apa yang kurang, apa yang diperlukan, sehingga sekolah-sekolah tersebut bisa melaksanakan uji coba, baik untuk sekolah negeri maupun swasta,” tambahnya.

Muhdi menambah, dari sejumlah kabupaten/kota di Jateng yang sudah mengizinkan uji coba PTM dengan jumlah peserta yang lebih banyak, sejauh ini tidak mendengar adanya kasus penyebaran covid-19.

“Ini artinya, jika penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik, benar dan berdisiplin, maka tidak ada masalah dalam penyelenggaraan uji coba PTM meski dengan jumlah sekolah atau peserta yang lebih banyak,” ungkapnya.

Dirinya pun mendorong agar Pemprov Jateng bisa melihat hasil uji coba PTM yang dilakukan oleh Pemkab atau Pemkot, terutama di jenjang TK dan SD, untuk mengambil kebijakan pada uji coba tahap II, yang akan digelar pada 26 April – 7 Mei 2021.

“Mudah-mudahan dengan seluruh sekolah mengikuti uji coba PTM, nantinya pada Juli 2021 mendatang atau tahun ajaran baru, siswa dan guru sudah terbiasa, jadi pelaksanaannya bisa berjalan dengan optimal,” tandasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Hari Wuljanto, menuturkan saat ini, pihaknya masih melakukan pembahasan terkait kebijakan dalam uji coba tahap II mendatang.

“Terkait jumlah sekolah peserta uji coba PTM tahap II, atau pun kuota siswa yang diperbolehkan ikut serta, masih kita bahas. Namun yang jelas, ada penambahan sekolah, namun jumlahnya berapa masih belum diputuskan,” terangnya.

Disebutkan pada uji coba PTM tahap I, dari 35 kabupaten kota di Jateng, masing -masing jenjang pendidikan diikuti dua sekolah, namun masih terbatas jenjang SMP, SMA dan SMK sederajat.

“Ada juga kabupaten/kota yang sudah mengizinkan satuan pendidikan SD, untuk ikut uji coba PTM tahap I. Semua tentu kita evaluasi, dan menjadi dasar dalam pelaksanaan uji coba tahap II,” tambahnya.

Di satu sisi, secara umum dalam uji coba tahap I, berjalan dengan baik, hanya saja pihaknya memberikan catatan terkait kedisiplinan penerapan protokol kesehatan untuk para guru pengajar di masing-masing sekolah.

“Kita masih menemukan guru yang tidak disiplin protokol kesehatan, masih ada yang membuka masker, tidak menjaga jarak dan lainnya. Untuk itu, juga akan kita evaluasi, agar hal tersebut tidak terulang kembali pada uji coba tahap II,” pungkasnya.

Lihat juga...