Lebaran CDN

Pinjaman ‘Modal Kita’ Bangkitkan Semangat Wirausaha Warga Kedungkandang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Pinjaman modal usaha Modal Kita yang disalurkan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui koperasi binaannya di masing-masing Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML),  mampu mendorong masyarakat berpikir kreatif, melihat peluang untuk mulai membuka usaha baru sekaligus menekuni dunia wirausaha.

Seperti yang dilakukan salah satu warga RW 5 DCML Kedungkandang, Dodik, yang mampu membaca peluang usaha beternak burung Kenari.

Dikatakan Dodik, prospek usaha beternak burung Kenari dirasa masih cukup bagus, karenanya ia memanfaatkan pinjaman Modal Kita dari Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri untuk mulai beternak burung Kenari.

“Sudah mengajukan 3 kali pinjaman dengan besaran 2 juta, 4 juta dan 5 juta. Pinjaman pertama untuk mulai usaha beternak Kenari, sedangkan pinjaman kedua dan ketiga untuk tambahan modal membesarkan usaha Kenari,” jelasnya kepada Cendana News ditemui di rumahnya, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, proses pengajuan pinjaman Modal Kita di KUD Suluh Sejahtera Mandiri sangat mudah, tidak serumit pengajuan di tempat lain. Apalagi tidak perlu ada jaminan.

“Pinjam ke koperasi ini enak, tidak ribet tidak pakai ini itu, bahkan tidak perlu menyerahkan jaminan. Sebelumnya pernah pinjam ke koperasi lainnya tapi pakai jaminan segala macam,” akunya.

Ditambahkan Dodik, selama tiga kali pengajuan pinjaman, ia tidak pernah menunggak atau terlambat dalam membayar angsuran. Termasuk pada saat kondisi pandemi, pembayaran angsuran tetap berjalan lancar tanpa kendala.

“Agar pembayaran angsuran bisa selalu lancar, sebenarnya tergantung pribadi dan komitmen dari masing-masing orang. Kalau kita bayarnya lancar, pada saat kita butuh uang lagi pasti akan diberikan pinjaman lagi. Tapi jika pembayarannya tidak lancar, orang pasti akan pikir-pikir kalau mau memberikan pinjaman ke kita lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut lanjut disampaikan Dodik, keputusannya untuk beternak burung Kenari karena selain prospeknya yang bagus, juga karena perawatannya mudah, pakannya murah, tapi harga jualnya tinggi.

Usia 1,5 bulan sudah bisa dijual dengan harga sekitar 100 ribu. Tapi kalau ditunggu sampai usia 3-4 bulan harganya bisa jadi 225-250 ribu per ekor.

“Jualnya tidak perlu repot karena sudah ada orang yang datang langsung mengambil ke sini. Jadi setiap 1,5 bulan pasti ada yang dijual sehingga ada pemasukan untuk menambah ekonomi keluarga. Sekali jual bisa 18 ekor, bahkan bisa lebih,” pungkasnya.

Lihat juga...