Lebaran CDN

Pokmaswas Jalur Gaza Solor Selatan Kembali Lepas 78 Tukik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Jalur Gaza di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali melepas 78 ekor tukik.

“Iya benar kemarin sore kami kembali melepas sebanyak 78 ekor tukik jenis penyu hijau,” kata Wilhelmus Wokadewa Melur, Ketua Pokmaswas Jalur Gaza, Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT saat dihubungi Cendana News, Rabu (28/4/2021).

Ketua Pokmaswas Jalur Gaza, Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT, Wilhelmus Wokadewa Melur saat ditemui di lokasi penangkaran penyu, Selasa (27/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Mus sapaannya mengakui, pelepasan tukik tersebut dihadiri oleh anggota Pokmaswas Jalur Gaza, staf Yayasan Misool Baseftin Flores Timur, Camat Solor Selatan, aparat pemerintah Desa Sulengwaseng dan siswa SMPN 2 Solor Barat.

Dirinya mengaku bersyukur, karena dengan pelepasan tukik sebanyak 78 ekor tersebut maka total tukik yang sudah dilepaskan sebanyak 2.569 ekor dari jenis penyu hijau dan tempayan.

“Kita melibatkan siswa-siswi SMPN 2 Solor Barat agar bisa memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut. Juga pentingnya melestarikan penyu sebagai hewan laut yang dilindungi,” tuturnya.

Mus menyebutkan, tukik tersebut menetas tanggal 26 April lalu dan baru dilepas tanggal 27 April karena menunggu staf Misool Baseftin yang selalu mendampingi Pokmaswas dalam konservasi laut.

Ia menambahkan, di hari yang sama sebelum pelepasan tukik, dirinya bersama anggota Pokmaswas Jalur Gaza kembali membenamkan sebanyak 142 telur penyu di lokasi penetasan milik mereka.

“Kami bersyukur tahun 2021 ini banyak telur penyu yang ditemukan baik oleh warga maupun oleh semua anggota Pokmaswas Jalur Gaza. Tahun 2021 kami sudah melepas 319 ekor tukik,” terangnya.

Mus memaparkan, masih ada sebanyak 113 telur penyu yang dibenamkan tanggal 13 April 2021, 98 telur tanggal 17 April dan 142 telur di tanggal 27 April 2021 yang semuanya belum menetas.

“Kita masih terus mencari telur penyu untuk ditetaskan karena waktu bertelur penyu masih sampai bulan September. Tahun ini penyu bertelur lebih cepat di bulan Februari padahal biasanya penyu bertelur mulai bulan April,” ungkapnya.

Staf Yayasan Misool Baseftin Flores Timur, Monika Bataona yang selalu mendampingi Pokmaswas menyebutkan, Pokmaswas Jalur Gaza merupakan salah satu Pokmaswas yang aktif melepaskan tukik.

Monika katakan, di Kabupaten Flores Timur hanya ada 2 Pokmaswas yang melakukan konservasi penyu dengan menetaskan telur penyu dan melepas tukik di mana satu Pokmaswas lainnya di Kecamatan Solor Barat bernama Pedan Wutun.

“Kedua Pokmaswas ini berada di Pulau Solor dan anggotanya tetap semangat menjaga laut serta melakukan konservasi penyu. Kita berharap semakin banyak Pokmaswas yang melakukan konservasi penyu,” ujarnya.

Lihat juga...