Lebaran CDN

Poknak di DCML Argomulyo Periksakan Kesehatan Ternak di Posyandu Hewan

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Para peternak yang tergabung dalam Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, Dusun Kaliberot, Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Argomulyo Sedayu Bantul, memeriksakan dan memastikan kesehatan ternak secara rutin ke Posyandu Hewan yang dilaksanakan dinas peternakan setempat.

Posyandu Hewan Ternak ini rutin dilakukan setiap 3-4 bulan sekali bertempat di kandang kelompok ternak Ngudi Rejeki Dusun Kaliberot, dengan sejumlah agenda di antaranya pemeriksaan atau pengecekan kesehatan rutin, pemberian obat atau vitamin, hingga pelayanan inseminasi buatan bagi indukan betina.

Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Rakiman mengatakan pengecekan kesehatan serta pemberian vitamin pada ternak ini sangat penting dilakukan dalam rangka mengantisipasi sekaligus mencegah munculnya berbagai macam penyakit menular berbahaya yang menyerang hewan ternak mereka.

Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Rakiman, Senin (19/4/2021). -Foto Jatmika H. Kusmargana

Selain itu, adanya Posyandu Hewan Ternak ini juga menjadi kesempatan bagi para peternak untuk bisa melakukan proses perkawinan indukan betina melalui sistem inseminasi buatan, atau sering disebut kawin suntik. Termasuk juga mengecek berhasil atau tidaknya proses IB yang dilakukan.

“Biasanya kita akan minta petugas Puskeswan untuk datang ke kandang kelompok sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Biasanya 3-4 bulan sekali. Namun tidak menutup kemungkinan, jika ada hewan yang tiba-tiba sakit atau memerlukan penanganan kita juga akan langsung minta petugas untuk datang,” katanya.

Setiap kali mengikuti kegiatan Posyandu Hewan Ternak, Rakimin menyebut para peternak yang berjumlah 13 orang biasanya akan bergotong royong atau patungan uang untuk membayar penyelenggaraan kegiatan tersebut. Baik itu untuk membayar obat, viatamin ataupun biaya inseminasi buatan.

“Sekali posyandu itu biasanya kita habis Rp350ribu. Jumlah itu tidak termasuk IB. Karena kalau IB langsung ke masing-masing peternak. Tergantung mana peternak yang memiliki indukan betina siap kawin. Untuk IB ini juga mendapat subsidi dari pemerintah sehingga bisa murah bahkan gratis,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui Kelompok Ternak Ngudi Rejeki pada tahun 2017 mendapatkan bantuan sebanyak 15 indukan sapi dari Yayasan Damandiri, melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, dalam bentuk pinjaman modal usaha. Sapi-sapi tersebut kemudian dipelihara dan dibudidayakan oleh para peternak di kandang kelompok Dusun Kaliberot.

Sebagai bagian pemberdayaan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, usaha demplot ternak sapi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga khususnya para peternak. Di mana para peternak bisa mendapatkan keuntungan dari hasil menjual anakan, dengan sistem bagi hasil bersama koperasi.

Sejauh ini, diketahui sudah ada sebanyak 6 ekor anakan sapi yang dihasilkan untuk kemudian dijual oleh para peternak. Yakni dengan nilai jual rata-rata sekitar Rp8-9juta tergantung jenis kelamin maupun usia. Dari hasil penjualan tersebut peternak mendapatkan bagian 70-80 persen, sementara koperasi mendapatkan persentase pembagian 20-30 persen.

Lihat juga...