Poktan Adam Hawa Bekasi Manfaatkan Lahan Kosong untuk Budidaya Tanaman Herbal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kelompok Tani Adam Hawa, di Jatimurni, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, merancang budidaya tanaman herbal di lahan terbatas di wilayah setempat. Saat ini tengah menyiapkan lahan seluas 750 meter persegi.

Kang Abel, pembina Adam Hawa, Senin (5/4/2021) mengakui ide tersebut untuk edukasi warga agar memanfaatkan pekarangan rumahnya ditanami tanaman herbal. Foto: Muhammad Amin

Upaya tersebut bentuk edukasi atau sebagai percontohan di wilayah Bekasi terkait tanaman herbal. Sehingga kedepan warga bisa memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk budidaya serupa, agar digiatkan di Kota Bekasi.

“Saat ini, kami masih dalam pengelolaan lahan, kemungkinan pertengahan Ramadhan sudah mulai ditanam. Karena akan ada dibangun warung juga di sekitar lokasi untuk menjual produk nantinya,” kata Kang Abel, pembina Poktan Adam Hawa kepada Cendana News, Senin (5/4/2021).

Selain pengelolaan lahan tim juga tengah menyiapkan alat produksi, untuk mengelola tanaman herbal itu sendiri. Karena diatas lahan akan ditanam seperti kenikir, bunga Telang dan lainnya semua akan dikelola untuk dijadikan herbal yang bisa di nikmati langsung di warung yang disediakan di lokasi.

Menurutnya, lahan yang ada hanya sebagai percontohan untuk memotivasi warga ikut budidaya dan kedepan hasilnya kelompok tani Adam Hawa yang membeli hasil budidaya warga untuk dikelola dan dijadikan produk herbal secara rumahan.

“Jika untuk produksi besar, tentunya lahan 750 meter persegi kurang. Makanya lahan yang tengah dikelola sekarang hanya sebagai percontohan, ada tanaman, ada produksi herbal yang langsung bisa dirasakan di warung yang disediakan,” ujar Abel, mengakui bahwa lokasinya strategis berada ditepi jalan raya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ada satu ketua kelompok yang ditunjuk ahli di bidang budidaya tanaman herbal. Ia akan yang mengarahkan di lapangan mulai dari teknis penanaman serta pengolahan hasilnya nanti menjadi produk herbal.

Ketua Kelompok Tani, Edi, menambahkan bahwa lokasi lahan yang telah disiapkan akan ditanami tumbuhan herbal seperti kenikir, bunga Telang dan lainnya. Semua tanaman tersebut akan di kelola menjadi produk teh yang bisa dinikmati di warung yang disediakan.

“Teh kenikir, saat ini sedang trend, begitupun bunga Telang, yang sudah banyak disediakan di kafe sebagai menu andalan dan menyehatkan. Harganya pun fantastis untuk satu gelasnya sekali minum,” papar Edi mengaku telah memiliki alat untuk produksi seperti teh kenikir dan lainnya.

Untuk itu dia berharap lokasi yang tengah dikembangkan tersebut bisa menjadi percontohan dan menarik warga lainnya untuk ikut budidaya memanfaatkan lahan kosong pekarangan rumahnya. Hasilnya nanti Adam Hawa yang membelinya untuk diolah jadi produk herbal.

Lihat juga...