Lebaran CDN

Polres Bangka Tengah Tutup Aktivitas Penambangan Timah Liar di Tiga Kawasan

Polres Bangka Tengah, menutup aktivitas penambangan bijih timah liar, Minggu (11/4/2021) - foto Ant 

KOBA Polres Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menutup paksa kegiatan penambangan bijih timah liar di tiga kawasan. Aktivitas mereka berpotensi memicu terjadinya konflik antar penambang.

“Potensi konflik di lingkar tambang atau antar penambang sangat tinggi, kami antisipasi dari sekarang untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif di masyarakat,” kata Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady Purnomo, Minggu (11/4/2021).

Tiga kawasan yang ditambang secara ilegal itu adalah, Marbuk, Kenari dan Pungguk, yang lokasi dan jaraknya saling berdekatan. Keberadaanya juga merupakan lubang bekas tambang timah skala besar milik PT Koba Tin (perusahaan peleburan bijih timah yang sudah dinyatakan pailit dan tutup). “Kegiatan penambangan ilegal di tiga kawasan itu sudah terjadi pro dan kontra, juga sudah ada potensi pergesekan antar penambang yang dikhawatirkan berujung konflik,” ujar Slamet.

Polres mengerahkan ratusan personel, untuk melakukan upaya penutupan paksa dan meminta para penambang untuk keluar dari lokasi penambangan. Serta membongkar semua peralatan tambang termasuk ponton isap produksi. “Razia hari ini adalah bentuk penegasan, kami minta penambang meninggalkan lokasi dan semua peralatan tambang harus dibongkar,” ujarnya.

Slamet menegaskan, jika ada penambang yang membandel, maka dilakukan upaya penegakan hukum. “Kami memberikan waktu sampai Senin (12/4/2021) untuk membongkar semua peralatan tambang bijih timah, dan mengosongkan tiga kawasan itu, jika tidak diindahkan maka dilakukan tindakan hukum,” tegasnya. (Ant)

Lihat juga...