Polsek Pameungpeuk:Masih Sangat Banyak Warga yang Langgar Prokes

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Polsek Pameungpeuk, Kabupaten Bandung terus memperketat operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Arjasari. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pemeungpeuk, AKP Ivan Taufik, pada Jumat (2/4/2021).

“Hari ini kita melibatkan 22 personel gabungan yang terdiri dari 8 personel Polsek Pameungpeuk Polresta Bandung, 6 petugas Satpol PP, 2 orang Linmas, 3 pegawai desa, dan 3 petugas kesehatan dari Puskesmas Arjasari,” kata Ivan kepada Cendana News, saat ditemui di Jalan Raya Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut Ivan, sejauh ini masih sangat banyak warga yang melanggar protokol kesehatan, terutama mereka yang berkendara tanpa menggunakan masker.

“Sebanyak 60 warga kami berikan tindakan langsung karena melanggar protokol kesehatan. Dimana 40 orang diberikan teguran, 16 orang kami berikan sanksi sosial, sedangkan 4 orang kami berikan sanksi fisik,” katanya.

Lebih lanjut, Ivan mengatakan, Polsek Pameungpeuk sebagai bagian dari Satgas Penanagan Covid-19 tingkat kecamatan akan selalu bersinergi melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan, dengan harapan tidak ada satu pun kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayahnya.

“Setiap hari kami terjunkan anggota untuk melakukan imbauan dan edukasi pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Ini penting sekali, karena jika ada satu kasus saja, dampaknya akan luar biasa, untuk itulah, kita lakukan terus upaya preventif,” ungkap Ivan.

Selain penindakan, Kapolsek menambahkan, pihaknya juga membagikan sebanyak 350 masker gratis kepada warga disekitar lokasi pelaksanaan operasi.

“Sekali lagi kepada seluruh masyarakat, kami berpesan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dengan cara yang sederhana yakni 5M, memakai masker, mencuci tangan, membatasi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci bersama memutus rantai penyebaran Covid-19,” paparnya.

Di tempat yang sama, Yadi, salah seorang warga yang terjaring operasi mengaku menerima hukuman yang diberikan kepadanya karena melanggar prokes. Ia pun berkomitmen untuk lebih disiplin menjalankan prokes.

“Iya saya akui salah. Saya akan lebih disiplin setelah ini,” ucapnya.

Yadi pun menyebut, selama ini dia mengabaikan prokes karena menganggap tidak ada Covid-19 di tempat tinggalnya di Arjasari. Namun saat ini ia menyadari, bahwa Covid-19 bisa muncul tanpa diketahui.

“Namanya di kampung. Saya kira corona itu hanya di Kota. Soalnya kebanyakan warga juga beraktivitas seperti biasa saja, seperti tidak ada corona,” pungkasnya.

Lihat juga...