Pondok Pesantren Al Bara’ah Adonara Rusak Diterjang Banjir

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan pondok pesantren di Desa Duwanur, Kecamatan Adonara Barat sarana dan prasarananya mengalami kerusakan.

“Sekolah di lingkungan pondok pesantren Al Bara’ah mengalami kerusakan parah beberapa bangunannya,” sebut Abdulrrahman Hamzah, pengurus pondok pesantren saat ditemui di Desa Duwanur, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis (8/4/2021).

Abdulrrahman menjelaskan, kerusakan yang paling parah dialami bangunan sekolah Raudatul Athfal (disingkat RA) setingkat TK yang tergenang material lumpur dan tembok bagian depannya jebol.

Material banjir kata dia membuat beberapa alat permainan anak rusak dan material menggenangi seluruh ruangan sekolah di dalam lingkungan pesantren ini.

Ia menambahkan, material banjir juga menggenangi Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Aliyah (MA) setara dengan Sekolah Manengah Atas (SMA).

“Di lembaga pendidikan pesantren Al Bara’ah yang mengalami kerusakan seperti TK (RA), asrama putri dan 2 MCK putri jebol. Tembok di bagian belakang asrama putri juga jebol,” ucapnya.

Abdulrrahman menyebutkan jumlah siswa RA sebanyak 57 orang, MTs sebanyak 74 siswa dan MA berjumlah 65 siswa.

Sementara itu, Ibnu Hamzah menjelaskan, saat itu sudah selesai ujian dan ada siswa yang sedang tinggal di asrama tapi asramanya jebol dan 3 orang murid bersama guru melarikan diri ke hutan.

Warga Desa Duwanur, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Ibnu Hamzah, saat ditemui di Posko Pengungsi Crowerian, Kamis (8/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Ibnu katakan, beruntung mereka semua bisa selamat meskipun berlari tanpa menggunakan senter dalam suasana gelap gulita.

“Kami berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan untuk pembangunan sekolah ini. Sudah ada staf dari Kementerian Agama yang sudah datang melihat kondisi pesantren,” ujarnya.

Disaksikan Cendana News, material lumpur menggenangi halaman sekolah dan menumpuk di dalam bangunan sekolah RA, tembok bagian depannya pun roboh diterjang banjir.

Sebanyak 2 MCK rusak dan masih dipenuhi lumpur. Termasuk asrama putri. Tembok di sebelah utara juga roboh akibat diterjang banjir. Air mengalir melalui lokasi ini hingga masuk ke perkampungan.

Lihat juga...