Lebaran CDN

Ponpes Mahasina Jatiwaringin Tempa Santri Berwawasan Kebangsaan

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Upaya mencetak generasi pemimpin dan kader ulama berwawasan kebangsaan digaungkan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasina Quran wal Hadits, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Pesantren Mahasina Jatiwaringin ini, mengemban amanat pendidikan berintegrasi kader ulama, pemimpin berahlak qur’ani, berwawasan kebangsaan. Tagline itu sangat berat tentunya,” ungkap Pengasuh Ponpes Mahasina Jatiwaringin, Kota Bekasi, KH Abu BakarRahziz, kepada Cendana News, Kamis (15/4/2021).

Ia mengatakan ada empat tahapan dalam mencetak generasi pemimpin berwawasan kebangsaan yang dilaksanakan di pesantrennya yang mengemban amanat pendidikan berintregrasi. Untuk mewujudkan cita-cita pesantren dalam menciptakan generasi bangsa, Pesantren Mahasina melakukan pembinaan kepemimpinan, karakter, tahfidz atau hafalan dan pemahaman quran serta hadist. Terakhir pembelajaran kitab kuning.

Menurutnya kitab kuning sangat diintensifkan di Pesantren Mahasina dengan tidak mengesampingkan pembelajaran karakter lainnya. Pemahaman lebih ditekankan, sehingga bisa memahami dengan hati.

“Program selama sekitar 6 tahun, maka akan khatam 25 kitab kuning sebagai program disiplin,” jelasnya seraya mengatakan pemahaman kitab kuning sangat ditekankan.

Ia juga menyampaikan, biaya nyantri di Pesantren Mahasina cukup terjangkau dan fleksibel sebulan Rp900 ribu sudah makan tiga kali.

“Santri di Mahasina, berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anak menteri, anak kiai, dhuafa pun ada.  Bagi dhuafa tentu biaya berbeda tergantung keikhlasannya agar mendapat berkah saja,” ucap Kiai Abu Bakar.

Diketahui selama Covid-19, Pondok Pesantren Mahasina tidak pernah libur. Pesantren tersebut tetap berjalan seperti biasa. Tapi tetap dengan protokol kesehatan ketat.

“Tidak ada yang boleh keluar dari pesantren, bahkan orangtua yang berkunjung hanya di batas pintu gerbang tidak diperkenankan sampai ke dalam,” ucapnya mengakui saat ini ada sekitar 750 peserta didik dari Tsanawiyah hingga Aliyah.

Pantauan Cendana News di lokasi, aktivitas para santri di dalam Pondok Pesantren Mahasina seperti pada umumnya, padat dengan berbagai kegiatan belajar mengajar, hafalan, salat bersama, terus dilakukan.

Lihat juga...