Lebaran CDN

Positif Covid-19 di Boyolali 6.293 Kasus

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina saat memberikan keterangan perkembangan Covid-19 di Boyolali, Jumat (16/4/2021). -Ant

BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, menyebutkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah setempat, bertambah hingga Jumat terakumulasi menjadi 6.293 kasus.

Menurut Kepala Dinkes Boyolali Ratri S Survivalina,  kasus positif Covid-19  bertambah 8 orang, dan merupakan kejadian baru dan tidak ada kontak erat.

Dia menjelaskan, kasus Covid-19  di Boyolali yang masih menjalani perawatan di rumah sakit 49 orang, dan menjalani isolasi mandiri 105 orang.

“Kami mencatat, pasien Covid-19  yang sudah dinyatakan sembuh di Boyolali cukup tinggi, mencapai 5.897 orang atau sekitar 93,7 persen,” katanya, Jumat (16/4/2021).

Namun, pasien yang meninggal dunia karena terkonfirmasi positif di Boyolali 242 orang atau sekitar 3,8 persen. Karena itu, skoring Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) COVID-19 di Boyolali hingga saat ini, 2,43 atau masuk zona risiko rendah atau warga kuning.

Dia mengatakan, dari 49 orang jumlah pasien Covid-19  di Boyolali yang masih dirawat tersebut, terbanyak asal Kecamatan Boyolali kota sebanyak 15 orang, Mojosongo (6), Sambi (4), Ampel, Ngemplak (3), dan Simo (3).

Pasien kasus Covid-19  di kecamatan lainnya, yakni Banyudono, Cepogo, Nogosari, dan wonosegoro masing-masing ada dua orang terkonfimasi positif. Andong, Gradagari, Klego, Musuk, Sawit, Selo, dan Teras masing-masing satu pasien yang posotif.

Namun, ada lima dari 22 kecamatan di Boyolali yang tidak ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19, yakni Juwangi, Karanggede, Kemusu, Tamansari dan Wonosegoro.

Kendati demikian, pihaknya terus meminta agar masyarakat di Boyolali tetap menjaga protokol kesehatan pada adaptasi kebiasaan baru, sehingga angka kasus Covid-19  dapat ditekan dan cepat berakhir. (Ant)

Lihat juga...