Posko Pengungsi di Adonara Timur Banyak Layani Ibu Hamil

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Sebanyak empat posko pengungsian di Kelurahan Waiweramg Kota, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) banyak menangani pasien ibu hamil dan melahirkan.

“Hampir setiap hari ada satu atau dua orang yang akan melahirkan,” kata Kamriah, penanggung jawab  Posko Kesehatan di lokasi pengungsian Kantor Camat Adonara Timur, Jumat (9/4/2021).

Kamriah menyebutkan, semalam pihaknya merujuk dua orang ibu hamil dan seorang ibu yang mau melahirkan untuk ditangani di Puskesmas Waiwerang.

Ia mengatakan, banyak ibu hamil yang setiap hari datang memeriksakan kesehatannya di Posko Kesehatan yang ada di lokasi pengungsian.

“Posko Kesehatan kami  menyediakan sebuah ruangan untuk menangani pasien yang dilengkapi dengan tempat tidur. Setiap hari ada banyak pengungsi yang selalu memeriksakan kesehatannya,” sebutnya.

Kamriah menjelaskan di Posko Kesehatannya terdapat 9 tenaga kesehatan yang bertugas bergantian secara shift guna menangani  para pengungsi di posko.

Ia mengakui, banyak juga pasien  yang mengeluhkan terserang batuk dan flu akibat terkena hujan dan kurang tidur sehingga kondisi tubuh tidak fit.

“Banyak juga pasien dengan keluhan batuk dan flu karena debu yang sering beterbangan akibat abu. Banyak juga yang kurang darah dan mengalami tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Kamriah menyebut poskonya pun kesulitan air bersih karena suplai air bersih dari keran air Perusahaan Air Minum (PAM) terhenti, sementara air dari mobil tangki untuk posko juga sulit didapat.

Petugas di Posko Pengungsi MAN Flores Timur di Desa Lamahala Jaya, Siti Aminah saat ditemui Jumat (9/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Sementara itu, Siti Aminah petugas di Posko Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Flores Timur di Desa Lamahala Jaya mengakui pihaknya sudah ada petugas kesehatan termasuk dokter dari Puskesmas Waiwerang.

Siti menyebutkan, memang di poskonya terdapat juga ibu hamil dan anak-anak yang mengungsi secara mandiri ke sekolah ini sejak hari Minggu (4/4/2021) hingga sekolah pun dijadikan posko.

“Untuk tenaga kesehatan dan obat-obatan memang sudah mencukupi. Dua pengungsi yang dirawat akibat terseret banjir bandang juga sudah mulai membaik kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Lihat juga...