Puskesmas Margajaya Bekasi Rampungkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Puskesmas Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, selesai melakukan vaksinasi Covid-19 tahap awal bagi pelayan publik meliputi guru, dosen, dan ASN. Setidaknya selama dua hari ada seribuan yang telah divaksin secara massal.

Adapun rinciannya ASN yang pembagiannya terdiri dari  Kementerian Ketenagakerjaan, Bank BJB, serta beberapa Dinas dan instansi seperti Dinas Ketapang, Bawaslu, KPI, dan Dosen serta untuk sisanya terdiri dari pelaku usaha yang ada di Mega Mal.

“Hari ini terakhir, target seribuan pelayanan publik divaksin. Mereka terdiri dari tenaga pendidik seperti guru, dosen dan ASN. Ini gelar massal,” ungkap kepala Puskesmas Margajaya, Ickman Seno Basuki, ditemui di sela-sela pelaksanaan vaksin massal di salah salah satu mall, Jumat (2/4/2021).

Dikatakan pelaksanaan vaskin massal bagi pelayanan publik oleh Puskesmas Margajaya, digelar selama dua hari. Sehari target 500 orang, sisanya jika undangan yang diberikan ternyata berhalangan hadir maka bisa dilakukan di Puskesmas hari berikutnya.

Menurutnya, semua yang diundang untuk mengikuti vaksin tidak sertamerta langsung divaksin. Tetapi harus melalui beberapa proses seperti scanning dan pemeriksaan suhu. Jika memungkinkan langsung divaksin, jika tidak maka bisa ditunda ke berikutnya.

“Teknisnya begitu, tidak langsung divaksin begitu saja. Karena harus melalui pemeriksaan sebelumnya terkait kondisi kesehatan calon penerima vaksin tentunya,” tandas Ickman.

Lebih lanjut dikatakan saat ini merupakan penyuntikan dosis pertama.  Untuk berikutnya suntik vaksinasi dosis kedua akan dilakukan oleh pelayan publik kembali berselang seminggu sejak pelaksanaan ini.

Penyuntikan vaksin tahap kedua akan kembali dijadwalkan pekan depan. Namun tempat dan waktunya akan belum ditentukan lagi. Apakah kembali ditempat saat vaksin pertama atau berpindah.

Ickman, berharap pelayanan publik yang telah dilakukan vaksin tahap awal untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan. Karena vaksin yang telah dilakukan tidak berarti kebal virus. Hal tersebut hanya bentuk ikhtiar.

“Vaksin ini bentuk ikhtiar menambah daya tahan tubuh. Jangan mentang-mentang telah mendapat vaksin, lalu tidak lagi memperhatikan protokol kesehatan. Apalagi ini baru tahap awal,” papar Ickman.

Puskesmas Margajaya melakukan vaksin dibantu tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan. Sehingga prosesnya bisa dipercepat. Terlihat warga mengantre di bangku yang telah disiapkan untuk menunggu giliran di vaksin.

“Senang saja divaksin, apalagi ini gratis. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan vaksin meskipun sebagai pelayan biasa di mall,” ucap Dahlia, penjaga salah satu tenant mall.

Lihat juga...