Lebaran CDN

Ramadan, Berkah bagi Pedagang Jambu Kristal di Agro Cepoko Gunungpati

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Agro Cepoko Gunungpati menjadi salah satu sentra penghasil buah di Kota Semarang. Kebun buah itu punya fungsi utama, sebagai pusat pendidikan untuk petani di wilayah Cepoko dan sekitarnya.

Namun, seiring dengan berkembangnya waktu, tempat tersebut juga menjadi lokawisata dengan sajian utama wisata petik buah Agro Cepoko Semarang.

Pada musimnya, pengunjung bisa memetik kelengkeng, jambu kristal, sirsak madu, dan durian secara langsung. Selain itu juga ada markisa, atau cherry guava.

Keberadaan Agro Cepoko tersebut juga menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang buah, yang membuka kios usaha di sekitar lokasi.

Jambu kristal menjadi salah satu komoditi utama, yang paling banyak dicari pembeli di Agro Cepoko Gunungpati Semarang, Selasa (27/4/2021). Foto: Arixc Ardana

“Saat ini karena pandemi covid-19, pengunjung yang datang ke Agro Cepoko, harus membuat janji terlebih dulu dengan pengelola. Jadi mereka yang sudah terlanjur datang, dan tidak bisa masuk, lebih memilih membeli buah langsung ke pedagang, seperti saya,” papar pedagang buah, Munawati saat ditemui di Agro Cepoko Gunungpati Semarang, Selasa (27/4/2021).

Dipaparkan, dirinya menjual beragam buah-buahan yang sedang musim, dengan komoditi utama berupa jambu kristal.

“Agro Cepoko ini terkenal dengan jambu kristal hingga kelengkeng, jadi pengunjung yang datang ke sini banyak yang mencari buah tersebut. Ini yang menjadi peluang usaha buat saya. Harganya pun tidak berbeda, Rp 15 ribu per kilogram,” terangnya.

Dituturkan, selama Ramadan minat masyarakat untuk datang ke Agro Cepoko cukup tinggi. Hal tersebut juga berimbas pada penjualan aneka buah yang dijajakannya.

“Paling laris jambu kristal, sehari bisa sampai 50 kilogram. Pembelinya tidak hanya dari warga Semarang saja, bahkan ada yang dari luar kota juga,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Komariyah. Dirinya mengaku sudah tiga tahun ini berjualan di sekitar kawasan Agro Cepoko.

“Meski pandemi, buah tetap banyak yang beli, karena harganya juga relatif terjangkau. Jualnya, macam-macam tergantung dengan musim. Paling banyak, jambu kristal, karena meski tanaman musiman, namun sambung menyambung, jadi selalu ada,” terangnya.

Sementara, seorang pembeli, Restu, mengaku rasa buah jambu kristal yang cenderung manis dan berair, menjadi daya tarik utama.

“Cocok juga buat berbuka puasa, karena kandungan airnya cukup tinggi. Kemrenyes kalau orang Jawa bilang, kriuk namun berair,” terangnya.

Tidak hanya dimakan secara langsung, jambu kristal tersebut juga bisa diolah menjadi rujak manisan, bersama gula pasir, garam dan irisan cabai.

“Caranya potongan jambu kristal, dimasukkan dalam wadah, lalu diberi gula pasir, garam dan irisan cabai. Aduk sampai tercampur. Diamkan sekitar 15 menit, rujak manisan jambu kristal bisa dinikmati. Rasanya enak, manis, asin pedas,” pungkasnya.

Lihat juga...