Lebaran CDN

Ramadan, Berkah Tahunan Pedagang Bunga Tabur di Bandar Lampung

Editor: Mahadeva

LAMPUNG  Sejumlah pedagang bunga tabur, di wilayah Bandar Lampung, mendapat berkah tahunan menjelang Ramadan.

Hasanah, salah satu pedagang bunga tabur di pasar Bambu Kuning, Tanjungkarang, Bandarlampung menyebut, banyak warga membeli bunga tabur dan bunga segar, untuk aktivitas ziarah makam. Pedagang seperti Hasanah banyak menyediakan bunga seperti melati, mawar, krokot, pacar. Sejumlah bunga segar seperti mawar, sedap malam, krisan dan bunga hias lain, juga dijajakan.

Bunga tabur yang disiapkan dengan kemasan plastik, dijual dengan harga Rp5.000. Sedangkan bunga segar, yang dirangkai dijual seharga Rp30.000 hingga Rp50.000. Hasanah setiap hari menjual bunga, untuk sejumlah kebutuhan. Bunga tabur dan bunga segar, digunakan untuk ziarah pada hari biasa. Saat mendekati Ramadan dan Idul Fitri, sebagian pedagang bunga musiman mencoba peruntungan. Biasanya, di tiga hari menjelang Ramadan, tradisi ziarah, pembersihan makam, akan meningkatkan permintaan bunga.

“Saya menanam bunga di kebun untuk dijual memenuhi kebutuhan warga yang akan melangsungkan pemakaman, ziarah makam pada hari tertentu, dengan penjualan mencapai puluhan bungkus tapi jelang Ramadan bisa lebih banyak terjual,” terang Hasanah, kepada Cendana News, Sabtu (10/4/2021).

Pembeli yang datang kepada Hasanah, banyak berasal dari wilayah Bandarlampung hingga Pesawaran. Sesuai tradisi, sebagian warga memilih waktu beberapa hari sebelum Ramadan, untuk mengunjungi makam keluarga. Selain membawa bunga tabur, warga menyertakan bunga segar yang dirangkai. Ia bisa mendapatkan omzet hingga ratusan ribu rupiah di setiap harinya dari menjual bunga menjelang Ramadan.

Aktivitas membersihkan makam leluhur oleh warga di Bandar Lampung yang menjadi tradisi setiap kali menjelang Ramadan, Sabtu (10/4/2021) – Foto Henk Widi

Sugianto, pedagang bunga lainnya mengaku, hanya berjualan saat mendekati Ramadan. Ia mencoba peruntungan dengan menjual bunga disela-sela pekerjaan sebagai penyedia jasa angkut. Menggunakan kendaraan bak terbuka, ia menjual bunga tabur dan bunga segar. Berdagang bunga tabur dan bunga segar yang dirangkai, memberinya keuntungan hingga ratusan ribu perhari. “Sebagian bunga merupakan hasil dari menanam di kebun, sehingga cukup menguntungkan dan berkah sebelum Ramadan,” ulasnya.

Novianti, salah satu warga, membeli bunga tabur dan bunga segar untuk ziarah. Bunga tabur akan dipergunakan untuk mengunjungi makam keluarga. Saat melakukan pembersihan makam keluarga, tradisi menabur bunga dilakukan sebagai tanda bakti bagi leluhur. “Setiap tahun keluarga akan membersihkan makam keluarga diiringi tabur bunga, meletakkan bunga segar di pusara,” tandasnya.

Hasanudin, salah satu warga Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Kemiling menyebut, tradisi ziarah makam masih dilestarikan. Selain membersihkan makam keluarga, ahli waris juga membawa bunga tabur. Dengan membersihkan makam dan membawa bunga, sebagai upaya mengingat jasa leluhur. Melalui doa yang dikirimkan saat tabur bunga, menjadi tanda perhatian bagi keluarga yang telah tiada.

Lihat juga...