Lebaran CDN

Rambut Nenek, Jajanan Tahun 90-an yang Kian Langka

Editor: Mahadeva

BANDUNG – Arum manis atau yang lebih akrab disebut rambut nenek, merupakan jajanan tradisional yang sempat populer di era 1990an. Saking populernya, makanan tersebut hampir selalu dijajakkan di depan sekolah, untuk dinikmati anak-anak di jam istirahat ataupun pulang sekolah.

Namun saat ini, cemilan yang terbuat dari tepung terigu dan gula itu terbilang sangat langka. Hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu saja. Sari (32), salah seorang Penjual rambut nenek di Villa Kaca Arjasari, Kabupaten Bandung mengatakan, bahwa jajanan tersebut masih sangat dicari. Bahkan peminatnya dari berbagai kalangan, anak-anak, orang dewasa, bahkan mereka yang sudah tua.

“Justru yang banyak beli itu bukan anak-anak, tapi orang dewasa yang lahir di 90-an. Mereka mungkin ingin nostalgia dengan cemilan tradisional ini,” ujar Sari saat ditemui di lapaknya, Sabtu (10/4/2021).

Sari sudah berjualan rambut nenek sejak lima tahun yang lalu. Ia mengaku meneruskan usaha ayah-nya, yang dulu juga menjual cemilan legendaris tersebut. “Dulu bapak suka jualan begini di sekolah-sekolah. Saya lanjutkan usaha itu tapi saya modifikasi, rambut nenek-nya beragam warna. Alhamdulillah, pembelinya masih banyak,” ungkap Sari.

Sari hanya berjualan di pasar-pasar dadakan, dan tidak melanjutkan cara ayah-nya, yang berjualan di sekolah. Hal itu dilakukan, lantaran anak-anak sekolah saat ini kurang menyukai cemilan tersebut. “Kebetulan di sini banyak pasar tonggeng (dadakan), hampir tiap hari ada dan mencar-mencar. Jadi saya manfaatkan jualan di pasar saja,” tuturnya.

Harga rambut nenek yang dijual sari beragam, sesuai wadah. Rp5.000 untuk yang menggunakan wadah gelas pelastik, Rp10.000 dengan cup berukuran sedang, dan Rp20.000 yang menggunakan plastik berukuran besar. Di tempat yang sama, Zia (29) mengaku, terkadang sangat merindukan jajanan tradisional semacam rambut nenek.

Beruntung, rambut nenek yang sangat disukainya saat ini masih bisa ditemukan. “Kalau bikin sendiri nggak bisa, dan tidak kebayang juga bikinnya seperti apa. Beruntung masih ada yang jual, kalau kangen bisa beli,” ujar Zia.

Lihat juga...