Lebaran CDN

Gerakan Rantang Siswa di Bekasi Lahirkan Siswa Penggerak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Program Merdeka Belajar, Organisasi Penggerak, Sekolah Penggerak, Guru Penggerak oleh Kementerian Pendidikan terus menggelinding bahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat diadaptasi dengan melahirkan gerakan Rantang Siswa.

Gerakan ini merupakan gerakan kolektif siswa di Jawa Barat terkait menguatkan mental berbagi dan penguatan karakter pelajar Pancasila. Program itu diikuti oleh siswa dari beberapa sekolah di wilayah Kota Bekasi bersama Pramuka Al Madad Scout sebagai gugus depan.

“Gerakan Rantang Siswa di Bekasi digelar bersama siswa tiga sekolah dengan membagikan takjil kepada yang membutuhkan,” kata Chandra, pelatih Pramuka Al Madad Scout sekaligus Ka Mabigus 11099-110100 kepada Cendana News, Kamis (29/4/2021).

Chandra selaku pelatih pramuka sekaligus Ka.Mabigus 11099-110100, yang ditunjuk sebagai perwakilan di Bekasi, saat membagikan Rantang Siswa. Program ini bersifat kolektif di Jabar, Kamis (29/4/2021) – Foto: Muhammad Amin

Masing-masing kelas jelasnya, memiliki tugas Rantang Siswa untuk bergerak membagikan kepada orang yang membutuhkan. Kemudian didokumentasikan foto untuk dikirim ke ketua kelas. Tugas rantang bergerak sifatnya individual agar tidak menimbulkan kerumunan.

Menurutnya, Rantang Siswa tidak diperbolehkan berkumpul dalam satu kelas, karena akan menimbulkan kerumunan, maka harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak menggunakan plastik berwarna hitam.

“Gerakan ini dilakukan bersama Pramuka, Sekolah SMA/SMK Merah Putih, Sandikta dan Nurhimah. Bergerak setiap hari di bulan suci Ramadan dengan pola penguatan pendidikan karakter berbagi,” jelas Chandra.

Paling substantif dari gerakan Rantang Siswa adalah lahirnya Siswa Penggerak yang berkarakter Pancasila tersebut. Dari Gerakan Rantang Siswa ini maka mampu melahirkan dampak mulia lanjutan, misalnya siswa berkarakter Pancasila, lahir kebiasaan berbagi, lahir siswa sehat yang tidak hanya rebahan tapi keluar rumah untuk peduli sesama.

Dikatakan, bahwa di Jawa Barat, ada ratusan ribu siswa menjadi Siswa Penggerak dalam program Rantang Siswa.

“Sebenarnya ini adalah gerakan kolektif siswa Jawa Barat untuk menguatkan pentingnya berbagi di bulan suci Ramadan. Anak didik yang awalnya rebahan dan terllihat main gadget  kini menjadi Siswa Penggerak yang terus membagikan Rantang Siswa, rantang cinta pada sesama,” tukas Chandra.

Gerakan  kontributif pada kehidupan ini sungguh mampu menebar manfaat pada masyarakat. Maka, Gerakan Siswa Penggerak harus terus dibudayakan.

“Siswa dari keluarga yang mampu secara ekonomi bisa menjadi Siswa Penggerak, bukan hanya menjadi siswa  yang suka bermalas-malasan di kamar karena alasan puasa,” pungkas Chandra.

Lihat juga...