Lebaran CDN

Ratusan Satwa Liar Diamankan dari Bus Penumpang di Bakauheni

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Personel gabungan mengamankan satwa liar jenis burung asal Sumatra, yang akan dilalulintaskan ke pulau Jawa tanpa dilengkapi dokumen.

Dokter Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Wilayah Kerja Bakauheni, Drh. Jublyana Purba, menyebut ratusan ekor burung kicau itu dibawa memakai bus Elsa Trans.

Bus bernomor polisi Z 7579 MG asal Jambi tujuan Bandung itu diamankan oleh personel gabungan di gerbang tol Bakauheni Selatan, Sabtu (24/4/2021) malam. Berdasarkan laporan masyarakat, bus berpenumpang 40 orang tersebut membawa puluhan keranjang dan kardus berisi burung.

Drh. Jublyana Purba, dokter hewan di Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandarlampung Wilayah Kerja Bakauheni saat ditemui Sabtu (24/4/2021) malam. -Foto: Henk Widi

Saat dihentikan petugas karantina, Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung, dan Polsek Penengahan, didapati ratusan ekor burung yang disimpan dalam bagasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, pengemudi bernama Endang Kaka tidak bisa menunjukkan dokumen karantina. Perlalulintasan satwa burung tersebut juga tidak dilengkapi surat angkutan satwa dalam negeri (SATDN).

“Sesuai aturan karantina, semua media pembawa yang dilalulintaskan harus memiliki dokumen surat veteriner, dilaporkan ke karantina pada daerah asal serta daerah tujuan,” terang Drh. Jublyana Purba, saat dikonfirmasi, Sabtu (24/4/2021) malam.

Sesuai UU No. 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan, semua media pembawa tanpa dokumen tersebut diamankan. Berdasarkan pengakuan sopir, puluhan keranjang itu berasal dari seseorang di Simpang Meranjat dan Kayu Agung, Sumatra Selatan. Ratusan ekor burung kicau yang akan dilalulintaskan tersebut rencananya akan diperjualbelikan di Bandung. Berdasarkan pemeriksaan petugas karantina pula, diketahui jenis burung tersebut meliputi ciblek, kolibri, srigunting.

Usai pengamanan, petugas Karantina melakukan berita acara penyitaan satwa, namun bus tetap diizinkan melanjutkan perjalanan. Sementara salah satu pengemudi cadangan dimintai keterangan.

Sementara itu Endang Kaka, pengemudi bus Elsa Trans asal Tasikmalaya, mengaku tidak mengenal pengirim dan penerima satwa jenis burung tersebut. Ia mengaku akan dikontak oleh penerima sesampainya di wilayah Bandung. Namun, ia enggan merinci upah yang diperoleh untuk mengirimkan ratusan ekor satwa jenis burung itu.

“Saya tidak tahu jumlah upah yang akan diberikan, karena akan dibayar sesampainya burung telah tiba di alamat tujuan,” ungkapnya.

Imbas kendaraan yang membawa ratusan ekor burung tanpa dokumen, Endang Kaka mengaku perjalanan kendaraan terhambat. Berdasarkan penuturannya, ia baru pertama kali menerima paket berisi burung untuk dibawa ke pulau Jawa.

Rusman, salah satu penumpang asal Jambi tujuan Bandung, mengaku tidak mengetahui bus yang ditumpanginya membawa burung. Akibat bus Elsa Trans yang dinaikinya sementara diamankan di kantor karantina, ia harus menunda perjalanan. Normalnya, dini hari ia sudah bisa menyeberang menggunakan kapal.

Rusman dan puluhan penumpang bus Elsa Trans mengaku bekerja sebagai buruh bangunan di Jambi. Ia mengaku memilih pulang kampung lebih cepat dengan membawa surat rapid test bebas Covid-19. Ia mengaku sengaja pulang, meski ada pembatasan perjalanan orang antar wilayah.

Lihat juga...