Rejang Lebong Kekurangan Penyuluh KB

Kepala DP3A-PPKB Rejang Lebong, Rosita M - Foto Ant

REJANG LEBONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kekurangan petugas penyuluh keluarga berencana (KB). Saat ini jumlahnya saat ini hanya ada 30 orang.

Kepala DP3A-PPKB Rejang Lebong, Rosita M mengatakan, penyuluh KB tersebut bertugas untuk melayani masyarakat desa. Di Rejang Lebong saat ini ada 156 desa atau kelurahan, yang tersebar di 15 kecamatan. “Jumlah petugas lapangan penyuluh KB di Kabupaten Rejang Lebong ini setiap tahunnya terus berkurang, karena ada yang pensiun, pindah atau meninggal dunia. Saat ini hanya tinggal 30 orang lagi,” tandasnya, Minggu (4/4/2021).

Penyuluh KB, semuanya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka ditempatkan di 15 balai KB atau di setiap kecamatan, satu orang di setiap satu balai KB. Sedangkan untuk petugas honorer, berasal dari Pemkab Rejang Lebong yang bertugas sebagai administrasi di pekantoran saja. “Idealnya satu orang petugas penyuluh KB ini melayani dua desa dan kelurahan. Kalau saat ini satu orang petugas penyuluh KB melayani lima hingga enam desa dan kelurahan,” terangnya.

Para petugas penyuluh KB, bertugas menyosialisasikan program keluarga berencana dan program bangga kencana di desa atau kelurahan masing-masing. Harapannya, dapat meningkatkan jumlah peserta KB aktif di setiap desa atau kelurahan. “Petugas penyuluh KB ini ada pegawai pemerintah pusat, kami sudah mengajukan usulan untuk penambahan jumlah petugas penyuluh KB di Kabupaten Rejang Lebong namun belum terealisasi,” tandasnya.

Sementara itu, untuk membantu petugas penyuluh KB, DP3A-PPKB juga telah merekrut kader KB, yang tersebar di 156 desa atau kelurahan. Kader KB bertugas membantu pemerintah melakukan penyuluhan KB. Keberadaan mereka mendapatkan insentif, yang bersumber dari APBD setempat, sebesar Rp80.000 per-bulan dan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. (Ant)

Lihat juga...