Lebaran CDN

Rumah Warga Adonara Barat Hilang Tersapu Banjir

Editor: Mahadeva

LARANTUKA – Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah kecamatan, di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/4/2021), mengakibatkan rumah seorang warga Desa Danibao, Kecamatan Adonara Timur, hilang tersapu banjir bandang.

“Rumah saya bersama kios dan bengkel hilang tersapu banjir bandang, dan tak ada bekas sama sekali,” kata Elisabet Tada, warga Desa Danibao, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, saat ditemui di desanya, Sabtu (10/4/2021).

Elisabet menjelaskan, selain rumah yang menjadi tempat usahanya, segala perabotan seperti kulkas dan perlengkapan lain juga hilang tersapu banjir bandang. Selain itu, bengkel tamban ban yang dimilikinya, dan berada di depan rumah juga hilang, diterjang banjir bandang karena rumahnya berada persis di samping kali. “Waktu itu suami saya sedang mengontrol ketinggian air di kali sekitar jam 12 malam. Saat kembali ke rumah, suami meminta kami segera keluar dari rumah, karena ketinggian air kali semakin meningkat,” sebutnya.

Warga Desa Danibao, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Elisabet Tada, yang rumah, kios dan bengkel sepeda motornya lenyap tersapu banjir bandang, saat ditemui di desanya, Sabtu (10/4/2021).Foto : Ebed de Rosary

Elisabet mengaku saat disuruh keluar, dirinya segera keluar dan berlari ke seberang jalan, karena takut terseret banjir yang sangat deras dan ketinggiannya terus bertambah. Diakuinya, pemerintah Desa Danibao telah mengunjunginya dan memberikan bantuan uang senilai Rp2 juta. Dan dia sudah mencari tanah, untuk dibeli agar bisa dibangun rumah. “Rumah saya setengah tembok termasuk kios dan bengkelnya. Semuanya tidak tersisa dan hilang tersapu banjir bandang yang menerjang hingga jalan raya beraspal pun tergerus air di pinggirnya,” ucapnya.

Elisabet menyebut, tidak lagi memiliki rumah, dan hanya memiliki pakaian di badan. Saat ini dia tinggal menumpang di rumah saudaranya, yang berada di sebelah utara jalan raya. Aloyisius Foni, sang suami menyebut, bengkel tambal ban miliknya, yang juga melayani perbaikan sepeda motor, bangunan dan perlengkapan serta peralatannya hilang terbawa banjir.

Aloysius mengaku belum didata oleh pemerintah Kabupaten Flores Timur, dalam hal ini aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengenai kerugian yang dialaminya akibat bencana. “Saya mengharapkan agar ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten FloresTimur, Provinsi NTT dan pemerintah pusat agar membantu saya membangun rumah kembali,” tuturnya.

Aloysius bersyukur, sudah mendapatkan bantuan dari Yayasan Kontas Flores Timur, berupa bahan makanan dan sembako serta perlengkapan rumah tangga lainnya.

Lihat juga...