Lebaran CDN

Saat Puasa, Ibu Menyusui Wajib Perhatikan Asupan Makanan

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Memperhatikan asupan dan pola makan adalah hal penting bagi ibu menyusui, terlebih jika proses tersebut dijalani bersamaan dengan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pasalnya, pada saat berpuasa, tubuh lebih banyak kehilangan cairan karena perubahan pola makan dan tidur.

Menurut Irvan Gazi, dokter Spesialis Ibu dan Anak Rumah Sakit Al-Ihsan Kabupaten Bandung, ibu menyusui harus memperhatikan betul asupan makanan khususnya di saat sahur.

“Karena makanan dan cairan yang dikonsumsi saat sahur merupakan cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, sahur sangatlah penting,” ujar Irvan kepada Cendana News, Jumat (30/4/2021) di kantornya.

Adapun pilihan makanan yang baik untuk ibu menyusui, kata Irvan antara lain adalah brokoli, bayam, katuk, telur, ikan salmon, daging tanpa lemak, dan kacang merah. Ibu menyusui juga bisa menambahkan suplemen vitamin D saat sahur.

“Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah dehidrasi saat menyusui, karena itu berbahaya. Jika ibu menyusui mengalami gejala dehidrasi, seperti merasa haus, pusing, lemas, lelah, mulut kering dan lainnya, disarankan segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk merehidrasi tubuh,” ungkapnya.

Irvan menekankan agar ibu menyusui meminum air secukupnya dan jika perlu menambahkan cairan yang mengandung ion untuk mempercepat penggantian cairan tubuh yang hilang.

“Jadi, sebelum memutuskan untuk berpuasa sambil menyusui, pertimbangkan pula apakah Si Kecil masih di bawah 6 bulan atau sedang membutuhkan ASI eksklusif atau tidak,” papar Irvan.

Sementara itu Nenden (29), salah seorang ibu menyusui menilai bahwa informasi semacam ini sangat penting. Pasalnya, ia kerap memberikan susu formula kepada anaknya, akibat tidak memahami treatmen menyusui sambil berpuasa.

“Kalau puasa kadang ASI itu ngga keluar. Makanya saya berikan susu formula. Cuma kan lebih baik kalau ASI, masalahnya tadi, pas puasa ASI nya sedikit. Jadi dengan adanya informasi begini saya terbantu sekali,” tutur Nenden kepada Cendana News.

Nenden mengatakan, selama ini jarang mengkonsumsi sayuran saat sahur. Ia mengaku lebih banyak mengkonsumsi goreng-gorengan, namun tetap dibantu oleh susu penyubur ASI.

“Mungkin karena memang jarang makan sayuran. Soalnya sebelum puasa ASI banyak aja, jadi tidak kepikiran akan kekurangan saat puasa seperti ini,” pungkas Nenden.

Lihat juga...