Sate Sapi Suruh, Tawarkan Cita Rasa Bumbu Rempah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Siapa yang tidak kenal sate? Kuliner satu ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Mulai dari sate ayam, sate kambing, hingga sate sapi. Ragam cara pengolahan yang berbeda, juga memunculkan aneka jenis sate, seperti sate balibul, sate padang, sate maranggi hingga sate suruh.

Nama terakhir yang disebut, sate suruh merupakan jenis sate sapi khas dari Salatiga, Jateng. Nama Suruh, diambil dari sebuah desa di wilayah tersebut, yang banyak menjual sate sapi.

Bagi warga Kota Semarang, untuk bisa mencicipi sate suruh ini, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Salatiga yang membutuhkan waktu perjalanan hingga satu jam, lewat jalan raya atau 40 menitan jika lewat jalur tol Semarang-Solo.

Ada sejumlah warung makan yang menjual sate suruh di Kota Semarang, salah satunya di jalan Sriwijaya Semarang.

“Hampir sama dengan sate sapi pada umumnya, namun kalau sate suruh, daging sapi direndam bumbu rempah terlebih dahulu sebelum dibakar. Berupa bumbu olahan dari kunyit dan kencur, selain untuk membuat daging lebih empuk, juga untuk menghilangkan bau amis,” papar Agus, pedagang sate suruh saat ditemui di sela berjualan, Sabtu (3/4/2021).

Pedagang sate suruh, Agus, saat membakar sate sapi di sela berjualan di kawasan Sriwijaya Semarang, Sabtu (3/4/2021). Foto: Arixc Ardana

Hal tersebut juga menyebabkan daging sapi berubah warna menjadi kekuningan, dan mengeluarkan aroma rempah saat dibakar.

“Cara membakarnya juga lebih cepat dibanding sate sapi pada umumnya, karena sudah empuk. Kalau sate biasanya, saat dibakar juga dilumuri bumbu lagi, sementara sate suruh tidak, karena daging sudah direndam sebelumnya dengan bumbu,” lanjutnya.

Keunikan lainnya dari sate suruh, yakni tidak menggunakan lontong layaknya sate pada umumnya, namun diganti dengan ketupat atau nasi.

“Jadi memang cirinya pakai ketupat, bukan lontong,” terang Agus.

Sementara, salah seorang pembeli Muhammad Rizki, mengaku sate suruh memiliki cita rasa yang khas. Selain daging sapi terasa empuk, rasanya juga manis dan memiliki aroma yang khas.

“Rasanya cocok di lidah saya. Bumbunya menggunakan kuah kacang tanah prongkolan atau kasar. Kalau sate ayam, biasanya bumbu kacangnya lebih halus, kalau ini masih kasar atau besar-besar,” ungkapnya.

Diakuinya, sate suruh memiliki aroma rempah yang cukup kuat, sehingga bagi mereka yang pertama kali mencoba, cukup kaget.

“Sepintas mirip sate padang, yang juga ada aroma rempahnya, namun kalau sate padang biasanya pakai daging ayam. Namun yang jelas, sate suruh ini enak, porsinya banyak, jadi satu piring saja dijamin kenyang,” tandasnya.

Lihat juga...