Lebaran CDN

Sebanyak Rp618 Juta Dana Tunggu Hunian Bagi Korban Banjir di Samarinda Diserahkan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) pascabanjir kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan – Foto Ant

BANJARMASIN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyerahkan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) korban banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Banjar. Penyerahan dilakukan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak Rp618 juta.

Penyerahan dilakukan oleh Tenaga Ahli BNPB, Edison Simanjutak, kepada Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, di ruang rapat PM Noor, Kantor Setda Prov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (29/4/2021). Safrizal ZA, menyebut, bantuan untuk masyarakat diberikan kepada dua daerah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar Rp402 juta dan Banjar Rp216 juta.

Tenaga Ahli BNPB Edison Simanjutak menyampaikan, DTH merupakan bantuan pemerintah pusat yang melalui BNPB, diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir yang rumahnya rusak berat. Besaran bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak sebanyak Rp500 ribu per-bulan per-kepala keluarga, selama periode 3 bulan.

Sebelumnya, banjir besar yang terjadi di Kalsel pada awal tahun, banyak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Banjar. Puluhan rumah di dua kabupaten tersebut rusak berat, bahkan beberapa warga diantaranya kehilangan tempat tinggal dan kini tinggal di tempat hunian sementara.

Sebelumnya, selain dari pemerintah, beberapa pihak terkait, termasuk dari perguruan tinggi juga membantu untuk membangunkan rumah warga korban banjir. Salah satunya dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, dengan bantuan 18 buah rumah hunian sementara (huntara).

Noorsiah (63), salah satu warga Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa yang rumahnya ludes disapu banjir, mengaku senang setelah menerima kunci huntara dari LLDIKTI XI Kalimantan. “Senang saya. Terimakasih banyak,” ujar wanita renta yang hidup sendirian di huntara itu. (Ant)

Lihat juga...