Lebaran CDN

Sejak 2019, DKI Sudah Menanam 70.880 Pohon Tambahan

Warga memindai kode QR tanaman yang terpasang di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta memasang teknologi "Quick Response (QR) Code" pada tanaman atau pohon di beberapa titik kawasan Sudirman-Thamrin dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat mengetahui jenis tanaman yang ditanam - foto Ant

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta, telah menanam sebanyak 70.880 pohon tambahan sejak 2019. Kegiatan tersebut sebagai bagian dalam program penanggulangan dampak perubahan iklim, dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.

“Sejak 2019, hingga saat ini telah ditanam total 70.880 pohon, terdiri dari 23.584 pohon dan 47.296 mangrove,” kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, Minggu (25/4/2021).

Penanaman, merupakan bagian dari target penambahan 200.000 pohon pada 2022, yang diharapkan menjadi solusi alami dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Yaitu, melalui penyerapan emisi, penurunan suhu, penyediaan habitat bagi biodiversitas dan penciptaan lingkungan yang layak huni bagi warga dan sebagainya.

“Hal ini juga sejalan dengan apa yang sudah disampaikan oleh Gubernur Anies Baswedan pada pertemuan daring C40 di hadapan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres, yang mengusulkan agar kota-kota dapat lebih berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan melakukan langkah adaptasi krisis iklim,” tutur Suzi.

Penambahan 200.000 pohon yang ditargetkan dapat terpenuhi pada 2022 tersebut, tercantum di dalam Peraturan Gubernur NO.24/2021, tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pohon yang ditetapkan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.

Penetapan juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk menanggulangi dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030 tersebut, telah melalui perencanaan yang matang dan disusun dengan skema kolaboratif bersama World Resource Institute (WRI) Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, dilakukan kolaborasi serta mendapatkan masukan dari masyarakat Jakarta, dan organisasi-organisasi masyarakat sipil. Suzi berharap, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dengan diberlakukannya program tersebut. (Ant)

Lihat juga...