Selama Ramadan, Riau Gelar Vaksinasi COVID-19 Malam Hari

Seorang petugas vaksinator menyiapkan vaksin CoronaVac di jarum suntik, saat vaksinasi COVID-19 dosis kedua untuk sumber daya manusia kesehatan di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (28/1/2021) - Foto Ant

PEKANBARU – Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Riau menyebut, masyarakat bisa menyesuaikan waktu pelaksanaan vaksinasi COVID-19 selama Ramadan. Penyuntikan di fasilitas kesehatan, bisa dilakukan pada malam hari, setelah berbuka puasa. 

“Bisa vaksinasi pada malam hari, karena dinas kesehatan sudah menginstruksikan fasilitas kesehatan untuk bisa buka pada malam hari untuk vaksinasi COVID-19 di bulan Ramadan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, di Pekanbaru, Kamis (1/4/2021).

Mimi mengatakan, selama Ramadan umat Muslim tidak perlu ragu untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. Petugas di fasilitas kesehatan, akan selalu siap sedia melayani masyarakat.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa, bahwa vaksinasi COVID-19 tidak membatalkan puasa. “Artinya bisa dilakukan vaksinasi pada siang hari, sesuai dengan kondisi kesehatan. Namun, jika memang kondisi kesehatan tidak memungkinkan, maka bisa vaksinasinya di malam hari, setelah berbuka puasa,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sudah 25 persen pelayan publik di daerah tersebut telah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Jumlah yang ditargetkan sebanyak  582.000 orang. “Untuk yang terbaru vaksinasi massal dilakukan di Kota Pekanbaru, dimana sasaran tenaga pendidik sebanyak 1.953 orang dan yang telah divaksin 1.408 orang atau 73,2 persen. Ada yang ditunda karena alasan kesehatan 172 orang atau 8,9 Persen, dan tidak hadir 343 orang atau 17,8 persen,” rincinya.

Mimi mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19, utamanya untuk kalangan lanjut usia atau Lansia. Sejak vaksinasi untuk Lansia dimulai, pada Maret lalu, realisasinya baru sekira dua persen dari target sebanyak 582.000 orang.

“Untuk lansia baru terlaksana sekitar dua persen dari Target 582.000 orang. Ke depannya masih ada beberapa kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan guna meningkatkan capaian vaksinasi COVID-19,” pungkas Mimi Yuliani Nazir. (Ant)

Lihat juga...