Lebaran CDN

Seminari BSB Maumere Buat Film Dokumenter Siswa Jalani Isolasi Terpusat

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) setiap harinya akan membuat film dokumenter mengenai kondisi 167 siswa yang menjalani karantina terpusat di sekolah ini.

“Kami akan menugaskan siswa yang negatif yang memiliki keterampilan membuat film agar setiap harinya dibuatkan film mengenai kondisi siswa saat menjalani isolasi,” kata Kepala  sekolah SMA Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, RD Raymond Minggu,saat ditemui di sekolahnya, Jumat (30/4/2021).

Raymod menyebutkan, beberapa siswa seminari yang akan membuat film dokumenter  tersebut setiap harinya tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam pengambilan gambar.

Kepala sekolah seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, RD Raymond Minggu, saat ditemui di sekolahnya, Jumat (30/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Film yang dibuat tersebut, lanjutnya, setiap harinya akan dikirim ke grup WhatsApp (WA) yang dibuat khusus setiap kelas yang telah dibuat selama ini agar orangtua mengetahui perkembangan siswanya dalam menjalani isolasi.

“Para siswa di sekolah kami banyak yang mahir membuat film dan video karena sebelumnya telah menjalani pelatihan oleh profesional di Balai Latihan Kerja yang ada di sekolah kami,” sebutnya.

Raymond menjelaskan, film dokumenter yang dibuat tersebut memperlihatkan kondisi para siswa yang tetap ceria, sehat dan tetap menjalankan aktivitas mereka selama waktu isolasi terpusat.

Film ini, kata dia, juga memuat mengenai aktivitas pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka dan petugas BPBD yang melayani kebutuhan mereka selama menjalani isolasi.

“Dengan pembuatan film ini kita berharap agar orang tua bisa mengikuti perkembangan anak mereka setiap harinya dalam menjalani isolasi terpusat. Dengan begitu akan membuat orangtua tidak merasa khawatir tentang kesehatan anaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Asep Purnama, dokter spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere mengharapkan kepada orangtua agar tetap memberikan perhatian dan menjaga anak mereka terutama yang berisiko tinggi tertular Covid-19.

Asep meminta agar memerhatikan kesehatan mental anak mereka dan memfasilitasi anak mereka dalam melakukan pembelajaran baik secara daring maupun luring secara baik.

“Latih anak agar jangan memegang mata,hidung dan mulut sebelum mencuci tangan serta tidak bertukar alat makan dan minum dengan temannya.Saat batuk atau bersin maka harus memakai masker,” pesannya.

Asep juga meminta kepada pihak sekolah maupun orang tua agar jangan melakukan stigmatisasi terhadap anak yang positif Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara benar dan disiplin.

Lihat juga...