Lebaran CDN

Seni Tari Sarana Edukasi dan Pembentukan Karakter Siswa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kepala SDN 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Topan Hariyono menyebutkan, mata pelajaran seni budaya dan keterampilan (SBK) menjadikan tari salah satu kompetensi yang harus dikuasai anak didik. Hal tersebut dikarenakan seni tari menjadi sarana mengedukasi dan membentuk karakter siswa.

Melalui pendampingan dari guru dan orangtua, kegiatan seni tari dilakukan dengan sejumlah cara. Selain latihan bersama tenaga pendidik, saat pandemi sarana belajar berbasis audio visual bisa dimanfaatkan.

“Normalnya setiap 29 April, saat hari tari Internasional, anak anak akan melakukan kegiatan menari bersama atau tari masal, namun selama setahun ini dihentikan tanpa mengurangi tujuan agar tetap mencintai kesenian tradisional sejak dini,” terang Topan Hariyono saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (29/4/2021).

Topan Hariyono menyebutkan, seni tari sembah mengajari anak untuk mengenal budaya Lampung. Selain itu tari bedana yang dimainkan oleh siswa laki laki dan wanita menjadi cara anak anak melatih motorik, sensorik hingga sosialisasi.

Topan Hariyono, kepala sekolah SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan saat dihubungi, Kamis (27/4/2021). Foto: Henk Widi

Seni tari untuk kepentingan sekolah kerap ditampilkan pada kegiatan purna wiyata atau perpisahan. Namun dalam situasi pandemi Covid-19 purna wiyata ditiadakan. Sejumlah siswa yang memiliki keinginan untuk belajar seni tari tetap dibimbing oleh pembimbing. Ditampilkan pada sejumlah acara pemerintahan membuat anak anak terus dilatih.

“Saat acara pemerintahan di desa siswa yang menari akan diundang mengisi acara,” cetusnya.

Seni tari jadi salah satu cara mengedukasi generasi muda tentang budaya. Demikian diungkapkan oleh Rukun Haryoto, tokoh masyarakat dan ketua Paguyuban Keluarga Yogyakarta (PKY).

Seni tari kerap dipelajari pada sanggar milik PKY yang mengajarkan anak menabuh gamelan dan sejumlah tarian tradisional Yogyakarta.

“Selain sekolah orangtua dan komunitas masyarakat bisa mengedukasi seni tari untuk regenerasi kesenian,” terang Rukun Haryoto.

Meski imbas pandemi kesenian komunitas yang ditampilkan masal dihentikan, latihan mutlak dilakukan. Latihan rutin sejumlah tarian tradisional akan melestarikan nilai budaya leluhur yang kerap tergeser budaya asing.

Kesenian tradisional sebutnya akan memberi edukasi positif bagi siswa menghargai pluralisme. Keberagaman suku, adat dan budaya menjadi bagian kurikulum yang penting bagi sekolah.

Lihat juga...