Lebaran CDN

Seni Topeng Betawi Bisa Jadi Sarana Penyampai Pesan

JAKARTA – Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo DKI Jakarta, Nuruning Septarida, menilai pagelaran kesenian tradisional topeng Betawi dapat menjadi sarana penyampaian pesan penanganan pandemi, dan pemulihan ekonomi yang efektif kepada masyarakat.

Ia mengatakan, pertunjukan rakyat bermuatan nilai-nilai lokal seperti topeng Betawi memiliki kemampuan menghibur, sehingga informasi mengenai program dan kebijakan pemerintah yang disampaikan kepada masyarakat bisa menjangkau publik dengan tepat sasaran.

“Sebagai kesenian rakyat, sarana penyampaian informasi dan pesan soal pandemi model ini menjadi efektif, sekaligus menghibur,” ujar Nuruning dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (25/4/2021).

Dia mengatakan, saluran yang disukai masyarakat ini dibutuhkan, mengingat adanya fenomena disinfodemi atau hoaks terkait pandemi yang kontraproduktif terhadap upaya penanganan Covid-19, dan pemulihan ekonomi nasional.

Karena itu, pesan soal pandemi harus disampaikan secara efektif dan dapat menjangkau semua kalangan masyarakat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki sejumlah saluran, terutama digital, untuk menyampaikan informasi penanganan dan pencegahan serta melawan hoaks mengenai Covid-19.

“Misalnya, kanal Jakarta Lawan Hoaks (Jala Hoak). Kemudian media sosial milik Pemprov DKI seperti Instagram dan YouTube serta aplikasi mobile Jaki,” kata Nuruning.

Pergelaran topeng Betawi dengan judul “Jage Keluarge, Jage Tetangge, Jage Negare” pun diinisiasi Komite Penanganan Covid-19, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).

Ketua Umum LKB, Beky Mardani, mengatakan kesenian tradisional termasuk topeng Betawi sebagai bagian dari kesenian rakyat, dapat menjadi wadah inovatif dan efektif dalam membangun dan menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat.

Sebagai bagian dari kesenian rakyat, topeng Betawi menjadi wadah inovatif yang efektif membantu mempermudah masyarakat memahami pesan pemerintah, terutama mengenai penanganan pandemi ini.

“Tak jarang, sentuhan pesan dari kesenian tradisional dirasakan sangat personal oleh para penontonnya, dengan bumbu humor dan jalan cerita yang akrab dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Beky.

Ada pun peran LKB dalam kegiatan kali itu adalah :menyulap” kantor LKB menjadi studio pagelaran Topeng Betawi tersebut.

Gelaran topeng Betawi disiarkan langsung melalui kanal siaran digital di Youtube Kemkominfo TV, LKB, dan Lawan Covid19 ID pada Sabtu petang (24/4).

Penyebarluasan pesan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui seni pertunjukan itu juga disiarkan melalui Bens Radio 106,2 FM.

Para seniman Betawi dan Sanggar Sinar Jaya ikut tampil dalam pertunjukan rakyat, yang menghadirkan bintang tamu Ajul Jiung, narasumber Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dr. Widyastuti, dan Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo DKI Jakarta, Nuning Septarida.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI, pihaknya menyampaikan informasi yang benar tentang Covid-19, dan upaya terkini Pemprov DKI melawan pandemi ini.

“Kami juga selalu mengimbau masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan 5M, seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kita jangan lengah sedikit pun,” kata Nuruning. (Ant)

Lihat juga...