Lebaran CDN

Setiap Tahun Penderita Diabetes di Indonesia Naik 6,2 Persen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Indonesia menempati peringkat ke-7 di dunia sebagai negara yang mempunyai penderita diabetes tertinggi. Terbukti angka prevalensinya selalu naik 6,2 persen setiap tahun.

Kepala Bidang Keperawatan Rumah Sakit Terpadu Dompet Duafa, Ns. Sifing Lestari, S.Kep mengatakan, di Indonesia angka prevalensi penderita diabetes naik 6,2 persen setiap tahunnya.

“Indonesia menempati peringkat ke-7 di dunia sebagai penderita diabetes tertinggi berdasarkan lembaga International Diabetes Foundation (IDF). Angka prevalensinya naik 6,2 persen tiap tahunnya,” ungkap Sifing, saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya, penderita diabetes juga tidak hanya dialami oleh orang-orang dewasa saja, melainkan juga remaja dan anak muda mulai terjangkit diabetes.

Diabetes sendiri diakibatkan oleh kadar gula darah yang tinggi di atas 200 mg/dL. Dimana penderita penyakit ini pada umumnya terbagi menjadi dua tipe. Yakni tipe satu diakibatkan oleh faktor genetik, sementara tipe dua dialami oleh gangguan resistensi insulin.

Sedangkan faktor penyebabnya yaitu pola hidup tidak sehat, seperti jarang mengonsumsi sayur dan buah-buahan, serta mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebih.

“Pola makan dan olahraga yang tidak teratur juga dapat menjadi penyebab terjadinya diabetes. Jadi, mencegah diabetes itu kita harus perhatikan gaya hidup sehari-harinya,” ujar Sifing.

Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, dr. Marina Epriliawati, Sp.PD, KEMD, menambahkan, terdapat perbedaan antara penyebab munculnya penyakit diabetes kering dan diabetes basah. Dimana dalam dunia media dikenal dengan diabetes militus (DM) tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1, pada umumnya dialami anak-anak atau usia muda. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh proses autoimun yang merusak pankreas.

Pada kondisi ini, pankreas tidak dapat memproduksi insulin, sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah.

“Jadi, penderita diabetes tipe 1, itu biasanya disebabkan karena proses autoimun yang merusak pankreas yang menyebabkan insulin hampir tidak ada kadarnya dalam diri pasien,” ujar dr. Marina, saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Pengobatan yang dilakukan pada penderita diabetes tipe 1 ini yakni kata dia melalui pemberian insulin suntik setiap hari. “Upaya ini untuk mengendalikan kadar gula darah agar tetap normal,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penyebab diabetes tipe 2 menurutnya, tidak hanya karena kurangnya produksi insulin, tapi juga terjadi resistensi insulin.

“Pendertia diabetes tipe 2 ini tidak hanya kekurangan produksi insulin, tapi juga ada masalah lain. Yaitu, kurang baiknya kerja insulin yang disebut sebagai resistensi insulin,” jelas dr. Marina.

Sehingga kata dia, upaya pengobatan terhadap penderita diabetes tipe 2 berbeda dengan tipe 1. Hal ini karena sebagian pasien diabetes tipe 2 yang memerlukan insulin untuk mengendalikan gula darahnya.

“Penderita diabetes tipe 2 umumnya akan diberikan obat antidiabetes,” paparnya.

dr. Marina juga menyampaikan, Indonesia menempati urutan ke 7 penderita diabetes di dunia. Pada masa pandemi Covid-19 saja, angka penderita penyakit ini terus meningkat.

“Angka prevalensi penderita diabetes itu tiap tahunnya naik 6,2 persen. Ini mengkhawatirkan, makanya kita harus menerapkan gaya hidup sehat,” pungkasnya.

Lihat juga...