Lebaran CDN

Sikka Zona Merah, Pelaku Perjalanan Harus Kantongi ‘Rapid Antigen’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memberlakukan pengetatan terhadap pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah ini khususnya yang menggunakan transportasi udara menyusul kasus positif Covid-19 meningkat drastis.

“Sesuai surat edaran yang dikeluarkan Bupati Sikka, ada kewajiban agar siapa pun yang masuk ke Kabupaten Sikka melalui jalur udara wajib kantongi surat rapid antigen negatif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefina Francis, MPH, saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan  Kota Maumere, Jumat (30/4/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefina Francis, MPH saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan di Kota Maumere, Jumat (30/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Clara mengatakan, selama ini Gubernur NTT memperbolehkan agar pelaku perjalanan melalui udara di semua wilayah NTT tidak mengantongi surat rapid antigen maupun PCR negatif Covid-19.

Ia sebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT mengenai kewajiban mengantongi surat rapid antigen maupun PCR bila masuk ke Kabupaten Sikka.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi, maskapai penerbangan serta pihak Bandara Frans Seda Maumere. Kita akan mengecek para penumpang yang masuk ke Sikka,” ujarnya.

Sementara untuk jalur laut sebut Clara, selama ini pihak Pelni telah mewajibkan penumpang kapalnya mengantongi surat hasil test rapid antigen negatif, sementara jalur darat belum dilakukan.

Untuk itu tambah dia, Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka akan melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Kabupaten Sikka termasuk lewat jalur darat.

“Kita harus disiplin melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, karena hanya itu yang bisa melindungi kita dari tertular Covid-19. Masih banyak warga yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 sehiingga tetap dijalankan protokol kesehatannya,” pesannya.

Terkait siswa dan staf di sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere yang positif Covid-19, Clara menjelaskan, sebanyak 172 siswa melaksanakan isolasi mandiri dengan mempergunakan ruang kelas di sekolah tersebut.

Dia menjelaskan, semua ruang kelas diubah menjadi lokasi isolasi mandiri untuk menampung siswa yang positif Covid-19, sementara untuk makanan dan minuman bagi para siswa yang menjalani isolasi akan ditangani BPBD Sikka.

“Kalau di komunitass, jika satu orang positif saja, maka yang lainnya kemungkinan besar akan tertular Covid-19. Komunitas memiliki risiko penularan sangat besar karena semuanya tinggal, makan, serta beraktivitas secara bersama-sama,” terangnya.

Ketua Satgas Covid-19 sekolah seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Ryan da Cunha mengatakan, 2 siswa dan 1 guru yang positif Covid-19 menjalani karantina terpusat di Gedung Sikka Convention Center (SCC).

Sementara, siswa lainnya kata Ryan, akan menjalani isolasi mandiri di ruang kelas sekolah tersebut, dan kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara selama 2 minggu.

“Nanti setelah 10 hari menjalani isolasi akan ada tim dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka yang melakukan tes terhadap mereka untuk mengetahui status mereka,” ungkapnya.

Lihat juga...