Lebaran CDN

Silat Bisa Jadi Pelajaran Alternatif di Pesantren Kilat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Pesantren kilat merupakan salah satu momen paling ditunggu saat bulan Ramadan tiba, khususnya oleh anak-anak. Meski waktunya singkat, namun kegiatan tersebut cukup efektif dalam membantu anak memperdalam ilmu agama mereka.

Namun pesantren kilat juga tidak harus selalu diisi oleh materi pembelajaran agama. Ada beberapa jenis pelajaran yang dapat diikutsertakan, salah satunya adalah pelajaran silat atau bela diri. Seperti yang dilakukan pesantren kilat di Masjid Al-Musthafa, Desa Mandalasari, Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dudung (51), pelatih silat di pesantren kilat tersebut mengatakan, bahwa pelajaran silat bukan hanya tentang praktik bela diri, tapi juga mengandung berbagai pesan moral yang patut ditanamkan pada diri anak-anak.

“Silat itu asalnya dari kata Salat. Jika ingin bisa silat, maka kita harus perbaiki salat. Silat juga bisa berarti Salawat kepada nabi, artinya untuk bisa itu, kita harus sering bersalawat kepada beliau. Sebab itu perintah juga dalam Alquran. Terakhir, silat itu juga berarti silaturahmi, jadi pererat silaturahmi maka ilmu bela diri itu akan lebih mudah dipahami,” jelas Dudung saat ditemui di masjid Al-Musthafa, Kamis (29/4/2021).

Menurut Dudung, dengan menyadari pesan moral tersebut, kemampuan silat tidak akan disalahgunakan. Sebab pada dasarnya, silat itu adalah bela diri, yang berarti hanya berfungsi ketika diri sedang dalam bahaya.

“Silat tidak bisa digunakan untuk menyerang dan menyakiti orang lain, jelas itu salah. Oleh karenanya penting sekali memahami makna silat sesungguhnya,” ucap Dudung.

Ia pun bersyukur, para peserta pesantren kilat sangat antusias mengikuti pelajaran silat. Dudung juga menilai, hadirnya pelajaran silat membuat kegiatan pesantren kilat menjadi tidak membosankan bagi anak-anak.

“Mungkin kalau belajar Alquran terus anak-anak lebih mudah bosan. Jadi silat ini sebagai selingan yang bisa bikin anak-anak senang, tapi tidak kehilangan esensi ilmu agamanya,” papar Dudung.

Di tempat yang sama, Wina salah satu peserta pesantren kilat di sana mengaku sangat senang dengan adanya pelajaran silat. Menurutnya, pelajaran itu menambah keseruan kegiatan Ramadan tersebut.

“Iya senang sekali dapat pelajaran silat, walaupun masih gerakan-gerakan dasar, tapi seru. Kalau hanya ngaji saja pasti jenuh,” imbuh Wina.

Wina juga menambahkan, pesantren kilat akan terasa lebih seru jika ditambahkan dengan berbagai kegiata games dan perlombaan. Hal itu bisa memicu semangat peserta.

“Iya intinya kalau hanya belajar ngaji kan tidak perlu pesantren kilat, karena kita di pengajian harian juga ada. Tapi kalau ada silat, ditambah lomba dan games pasti bakal seru, dan kita jadi makin semangat,” pungkas Wina.

Lihat juga...