Lebaran CDN

Sistem Aquaponik, Cara Budidaya Ikan dan Sayuran yang Efektif

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Keterbatasan lahan seharusnya sudah tidak bisa lagi jadi alasan terhentinya aktivitas budidaya ikan maupun tanaman. Saat ini telah terdapat banyak metode yang bisa dipilih untuk berbudidaya di ruang terbatas, salah satunya dengan sistem aquaponik.

Danang (29), warga Majalaya, Kabupaten Bandung adalah salah satu orang menggunakan sistem aquaponik dalam berbudidaya. Menurutnya, sistem tersebut sangat mudah dan efektif untuk budidaya ikan dan sayuran sekaligus.

“Aquaponik adalah sistem budidaya kombinasi akuakultur dan hidroponik, atau gabungan dari budidaya ikan dan budidaya tanaman. Kedua budidaya ini berpadu dalam satu kesatuan yang saling menguntungkan. Sistem ini menggunakan bakteri alami yang dapat mengubah kotoran dan sisa pakan ikan menjadi nutrisi bagi tanaman,” ujar Danang saat ditemui di lokasi budidaya Aquaponik miliknya, Senin (26/4/2021).

Danang menjelaskan, cara kerja dari ketiga unsur tersebut adalah pertama, ikan menyumbang sisa pakan yang di dalamnya mengandung ammonia dan kotoran bagi tanaman. Lalu tanaman menyalurkan oksigen yang diperlukan oleh ikan. Selanjutnya bakteri menyaring dan mengubah ammonia menjadi nitrat, zat yang berfungsi sebagai pupuk bagi tanaman.

“Jadi ikan merupakan komponen utama dalam sistem aquaponik. Hampir seluruh nutrisi bagi tanaman disediakan oleh ikan. Jenis ikan bisa macam-macam mau ikan nila, bawal, mas, mujair, gurami, lele, ataupun patin. Kalau saya di sini ikan nila,” papar Danang.

Selanjutnya, menurut Danang, semua jenis sayuran akan tumbuh dengan baik menggunakan sistem budidaya aquaponik.

“Sayuran yang paling baik tumbuh dalam aquaponik di antaranya adalah sawi, selada, pakcoy dan kangkung,” tambah Danang.

Danang (29), warga Majalaya, Kabupaten Bandung pemilik sistem budidaya aquaponik saat ditemui Cendana News, Senin (26/4/2021) di Kabupaten Bandung. Foto Amar Faizal Haidar

Meskipun pembuatan aquaponik termasuk mahal, namun itu sejalan dengan manfaat yang dihasilkannya, antara lain hemat ruang, terhindar dari serangan hama tanah serta menerapkan sistem reskulasi air yang baik.

“Peluang usahanya juga menjanjikan, pertumbuhan tanaman lebih cepat, hemat energi, hemat tenaga. Intinya cara modern ini banyak keuntungannya apalagi untuk kita yang tinggal di perkotaan,” jelas Danang.

Sementara itu, Tia salah seorang pekerja di tempat budidaya aquaponik itu menyebut, baik ikan maupun sayuran yang dihasilkan dari sistem aquaponik memiliki kualitas tinggi .

“Sayurannya segar-segar, ikannya juga begitu. Makanya harga jual nya pun relatif mahal di banding ikan atau sayuran yang ditanam di tanah,” ucap Tia.

Lebih lanjut menurut Tia, masa tanam melalui sistem aquaponik lebih cepat dibanding dengan sistem lainnya. Aquaponik hanya membutuhkan waktu 2 bulan untuk bisa panen ikan, sementara sayurannya cukup 3 minggu.

“Jadi selain kualitas hasil panen nya bagus, masa tanamnya juga sebentar. Meski modalnya besar, tapi dalam 1 tahun dijamin bisa balik atau bahkan untung besar,” pungkas Tia.

Lihat juga...