Siswa di Semarang Senang Bisa Masuk Sekolah

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Hampir setahun sejak diterima di SMPN 5 Semarang, Sultan belum pernah merasakan masuk sekolah. Pandemi Covid-19 membuat pembelajaran dilangsungkan secara jarak jauh (PJJ). Maka, ketika kebijakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan, dirinya pun menyambut dengan antusias.

“Rasanya pasti senang, karena selama ini pembelajaran dilakukan secara online. Jadi belum pernah merasakan masuk sekolah, apalagi saya baru kelas 7, jadi benar-benar murid baru. Belum mengenal lingkungan sekolah, apalagi melihat kelas dan bertemu teman dan guru secara langsung,” paparnya, saat ditemui di sela pelaksanaan uji coba PTM di SMPN 5 Semarang, Kamis (8/4/2021).

Kepala Sekolah SMPN 5 Semarang, Teguh Waluyo, M.Pd., saat ditemui di sekolah tersebut, Kamis (8/4/2021). –Foto: Arixc Ardana

Tidak hanya itu, dengan adanya uji coba PTM tersebut, dirinya berharap bisa menerima pembelajaran dengan lebih baik lagi.

“Setidaknya kalau PTM ini, jika ada pelajaran yang kurang dipahami bisa bertanya langsung kepada guru. Meski saat PJJ juga bisa, namun dengan tatap muka dapat disampaikan dengan lebih jelas,” tambahnya.

Ditanya apakah dirinya khawatir dengan penyebaran Covid-19, Sultan mengaku sudah membekali diri dengan alat pelindung diri (APD) berupa masker hingga hand sanitizer. Selain itu, dalam pelaksanaan PTM juga diterapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Sebelum masuk ke kelas, kita dicek suhu badan terlebih dulu. Lalu, diminta cuci tangan. Selain itu di dalam kelas juga duduk sendiri-sendiri. Pada setiap meja diberi pembatas mika, sehingga tidak berkerumun,” tandasnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 5 Semarang Teguh Waluyo M.Pd., menjelaskan dalam uji coba PTM tersebut hanya diikuti siswa kelas 7.

“Awalnya, pelaksanaan PTM juga akan melibatkan kelas 8-9, namun ada sejumlah pertimbangan sehingga kita putuskan hanya kelas 7 yang mengikuti uji coba PTM,” jelasnya.

Pertimbangan tersebut di antaranya dari tingkat persetujuan orang tua sudah tinggi.

“Kemudian siswa kelas 7 ini sudah kita terima sejak Juli 2020 lalu sebagai siswa baru. Selama ini mereka belum pernah masuk ke kelas masing-masing. Sudah punya seragam, tapi belum pernah memakai seragam juga ke sekolah, sehingga kita fasilitasi,” terangnya.

Dipaparkan, saat ini jumlah peserta uji coba PTM hanya 96 orang, terbagi dalam tiga kelas per hari yang disebar dalam enam ruangan. Jadi, per ruangan diisi 16 siswa. Lama pembelajaran 2 jam, dengan empat mata pelajaran masing-masing 30 menit.

“Secara keseluruhan, untuk kelas 7 ada 288 siswa yang terbagi dalam sembilan kelas. Awalnya mau semua, dengan 50 persen siswa per kelas. Namun karena ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Jateng, bahwa maksimal peserta uji coba PTM hanya 110 siswa, maka kita sesuaikan. Jadi akan bergantian antar kelas 7, sementara untuk kelas 8-9 menunggu perkembangan lebih lanjut setelah di evaluasi,” tambahnya.

Sementara itu, selama pelaksanaan uji coba PTM tersebut juga tetap dilakukan PJJ. “PJJ tetap diberikan kepada siswa, baik untuk siswa yang belum mendapat izin dari orang tua, atau siswa yang belum mendapat giliran ikut serta PTM. PJJ diberikan setelah pelaksanaan jam pembelajaran PTM berakhir,” tandasnya.

Lihat juga...