Lebaran CDN

Stok Darah di UDD PMI Kota Semarang Selama Ramadan Menipis

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Selama bulan Ramadan, jumlah pendonor darah menurun drastis hingga 30 persen. Imbasnya, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, mengalami penurunan.

“Saat ini, stok darah masih dalam batas minimal. Stoknya memang menipis, masih ada, tetapi hanya pas untuk kebutuhan pasien, tapi kita tidak punya stok yang banyak,” papar Kepala Bagian Pelayanan Donor, UDD PMI Kota Semarang, dr Yusti Triwianti, saat dihubungi di Semarang, Jumat (30/4/2021).

Kepala Bagian Pelayanan Donor, UDD PMI Kota Semarang, dr Yusti Triwianti, saat dihubungi di Semarang, Jumat (30/4/2021). -Foto Arixc Ardana

Dijelaskan, untuk meningkatkan jumlah pendonor, pihaknya pun melakukan sejumlah upaya. Termasuk membuka layanan donor darah selama 24 jam di UDD PMI Kota Semarang, hingga membuka stan pelayanan malam hari di tempat-tempat yang ramai, menggunakan mobil donor darah keliling.

“Kita juga melakukan pelayanan donor darah di masjid menjelang dan setelah buka puasa. Kemudian untuk gereja, vihara, klenteng kita mengajak untuk kegiatan donor di hari Sabtu atau Minggu,” ungkap Yusti.

Data per Jumat (30/4/2021) pukul 17.00 WIB, stok darah di UDD PMI Kota Semarang yang masuk kategori menipis untuk Whole Blood (WB) golongan darah A 11      kantong, B ada 7 kantong, O (12) dan AB (10).  Packed Red Cell (PRC) golongan darah A (21), B (43), O (13) AB (6), dan Thrombocyte Concentrate (TC) untuk golongan darah A (46), B (41) O (37) dan AB 14 kantong.

“Kita berharap upaya ini, mampu memenuhi kebutuhan stok darah yang ada. Masyarakat yang ingin melakukan donor darah, bisa datang langsung ke UDD PMI Kota Semarang, atau melalui mobil donor keliling, yang jadwalnya bisa dilihat secara online di web PMI Kota Semarang, ” tandasnya.

Pihaknya juga memastikan selama pelaksanaan donor darah, petugas menerapkan protokol kesehatan ketat, termasuk pemakaian APD sebagai bagian dari pencegahan penyebaran covid-19.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menjelaskan, pendonor tak perlu risau untuk mendonorkan darah mereka, termasuk saat berpuasa, karena tidak berbahaya bagi kesehatan, asalkan dilakukan sesuai ketentuan.

“Waktu yang ideal untuk melakukan donor adalah usai berbuka atau setelah tarawih. Biasanya masyarakat khawatir, apabila dilakukan saat berpuasa takut pusing karena kurangnya asupan tubuh. Kalaupun terasa pusing setelah menyumbangkan darah, pendonor dapat langsung mengonsumsi makanan dan minuman, sehingga stamina kembali pulih,” tandasnya.

Lihat juga...