Lebaran CDN

Stok Minim, Harga Sayur dan Buah di Purwokerto Mulai Naik

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Harga beberapa jenis kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan, memasuki minggu kedua bulan puasa ini. Kenaikan menonjol justru pada harga sayuran dan buah-buahan, sedangkan untuk harga daging dan telur relatif stabil.

“Mungkin karena orang jarang yang membeli daging, jadi harganya tidak naik. Justru sayuran yang sedang naik terus harganya, bahkan ada yang kenaikannya sampai dua kali lipat. Kata pedagang sayur besar yang menyuplai ke sini, karena stok minim, hasil panen kurang bagus, jadi harga naik,” kata salah satu pedagang sayuran di Pasar Wage, Purwokerto, Ibu Tuti, Selasa (20/4/2021).

Sebaliknya, harga sayuran dan buah-buahan sejak sepekan terakhir sudah mengalami kenaikan. Sayuran yang harganya naik seperti wortel, kecambah, daun bawang, buncis, kentang dan lain-lain.

Menurut Ibu Tuti, saat mobil sayuran datang dini hari, pedagang berebut untuk mengambil sayuran. Soal harga dipikirkan setelahnya, mengingat mobil sayuran yang menyuplai ke Pasar Wage memang berkurang.

“Kalau mobil yang mengangkut sayuran datang, pedagang berebut mengambil sayuran,” tuturnya.

Harga jagung putren misalnya, naik 100 persen, dari semula harganya Rp50 per kg, sekarang naik menjadi Rp100 per kg. Kemudian kentang dari harga Rp10 ribu per kg, naik menjadi Rp13 ribu per kg, daun bawang naik menjadi Rp13 per kg dari harga semula Rp10 ribu per kg.

Meskipun terjadi kenaikan harga, namun menurut Tuti, tidak terlalu tinggi, hanya untuk beberapa produk sayuran saja yang naik 100 persen, seperti jagung putren dan kecambah. Sementara sayuran lainnya kenaikan harga hanya pada kisaran Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per kilogramnya. Ibu Tuti sendiri memilih untuk tidak terlalu tinggi mengambil keuntungan dari kenaikan harga sayuran tersebut, sebab kondisi saat ini pembeli juga tidak terlalu ramai.

“Pembeli sekarang sepi, tidak seperti bulan puasa sebelum pandemi Covid-19, jadi lebih baik keuntungan sedikit, tetapi barang habis terjual. Sebab kalau menaikkan harga terlalu tinggi, nanti ditinggal pembeli,” katanya.

Sementara itu, pedagang buah di Pasar Wage, Slamet  juga menuturkan hal yang sama. Harga buah melon misalnya, naik dari Rp10 ribu per kg, menjadi Rp17 per kg, kemudian harga jeruk naik dari Rp10 per kg menjadi Rp15 ribu per kg dan lain-lain.

“Kenaikan harga sudah dari penyuplainya, kita mengikuti saja. Hanya saja karena ada yang kenaikannya cukup tinggi, beberapa pelanggan saya juga sempat protes, bahkan ada yang batal membeli,” keluhnya.

Lihat juga...