Tabanan Kini Memiliki Desa Digital

TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, meresmikan peluncuran Desa Digital di Kantor Desa Delod Peken, Tabanan, Kamis, yang ditandai dengan simulasi permohonan surat izin usaha online untuk permohonan KUR.

“Mari kita awali hari ini dengan optimisme dan percaya diri untuk berkarya lebih baik lagi dalam mewujudkan Tabanan era baru yang aman, unggul dan Madani (AUM). Bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan dan tetaplah rendah hati untuk tidak pernah lelah melayani masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutan saat peluncuran Desa Digital itu, Bupati Sanjaya mengatakan, Desa Digital merupakan jawaban atas tantangan di era revolusi industri 4.0. Desa digital adalah sebuah konsep pembangunan pedesaan yang memberdayakan masyarakat dengan sarana teknologi informasi yang memadai.

“Saya berharap dengan diluncurkannya Desa Digital ini, dapat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan masyarakat desa serta semua aspek kehidupan di desa dan di kota bisa terjadi transformasi informasi, mulai dari ekonomi, politik, hukum, budaya, sosial, pendidikan, pertanian dan kesehatan bisa lebih mudah didapat,” kata Sanjaya.

Dengan hadirnya infrastruktur informasi dapat memudahkan masyarakat mengakses informasi secara cepat, sehingga mampu meningkatkan pengetahuan dan pertumbuhan ekonomi di desa tersebut dan mampu memenuhi kebutuhan pangan serta energi masyarakatnya secara mandiri dengan dukungan lembaga keuangan di desa.

“Saya harapkan agar acara peluncuran Desa Digital ini tidak sebatas peluncuran, tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan dan keberhasilan pelaksanaan Desa Digital di Desa Delod Peken dapat ditiru oleh desa desa lainnya, sehingga seluruh Desa di Kabupaten Tabanan dapat menerapkan Desa Digital,” kata Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Kepala Desa Delod Peken, I Gede Komang Restan Wisnawa, mengatakan merasa sangat bangga dalam kesempatan ini karena Bupati Sanjaya melakukan peluncuran Desa Digital, sekaligus berkantor di Desa Delod Peken.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua, Bapak Bupati bisa duduk di kantor Desa,” ujarnya.

Menurutnya, awal mula dari adanya program Desa digital ini sesuai dengan regulasi diwajibkan dalam segala kegiatan mulai dari perencanaan sampai pertanggungjawaban melalui sistem digital dan wajib mempunyai website desa.

“Sesuai dengan arahan Bapak Bupati, mudah-mudahan ke depan nanti kita bisa semakin dekat melayani masyarakat. Program ini sudah barang tentu merupakan kerja sama dan sumbangsih dari kita semua di Desa, termasuk konseptor kita yang merupakan tokoh pemuda kita Pak Agus Teguh,” katanya.

Agus Teguh selaku konseptor menambahkan, pihaknya ingin menginformasikan kepada masyarakat tentang apa saja kegiatan di desa dan sekaligus pertanggungjawabannya. “Jadi, kita berusaha untuk transparansi. Begitu juga dengan pengurusan surat menyurat itu bisa dibuat secara online lewat HP dengan memasukan NIK dan pin,” ujarnya.

Akun yang dikonsepnya di Desa Delod Peken bernama “Akun Desa” yang merupakan aplikasi yang bisa diunduh secara gratis, karena belum ada servernya.

“Jadi, memang sistemnya gratis, namun secara implementasi diprogram lagi sesuai kebutuhan kita di desa,” imbuhnya. (Ant)

Lihat juga...