Lebaran CDN

Tagana Flotim Hibur Anak-anak Pengungsi Banjir Bandang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Para relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kelas trauma healing, proses penyembuhan pasca-trauma akibat bencana banjir bandang di Pulau Adonara.

“Kami melaksanakan kelas trauma healing yang dikhususkan bagi anak-anak yang berada di lokasi pengungsian,” kata Relawan Tagana Kabupaten Flores Timur, NTT, Mariatmo S.Lein saat ditemui di Desa Nele Lamawangi, Kecamatan Ile Boleng, Senin (12/4/2021).

Relawan Tagana Flores Timur, Mariatmo S. Lein, saat ditemui di Desa Nele Lamawangi, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (12/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Atmo sapaannya, menjelaskan, selain mengajak anak-anak bermain bersama,  dirinya bersama seorang relawan lainnya mengajak anak-anak menyanyi, menari dan membacakan dongeng serta cerita.

Dirinya mengakui, apa yang dilakukan tersebut bisa memberikan manfaat bagi anak-anak terutama usia sekolah dasar yang merasa jenuh berada di lokasi pengungsian baik di Kecamatan Ile Boleng maupun Adonara Timur.

“Anak-anak merasa semangat mengikuti kegiatan yang kami laksanakan meskipun hanya sederhana. Kami melaksanakan kegiatan ini beberapa kali dalam seminggu di sela-sela kegiatan yang kami lakukan di dapur umum,” ucapnya.

Atmo mengaku senang sebab PGRI Flores Timur juga melaksanakan kelas edukasi sehingga bisa mengurangi trauma yang dialami anak-anak yang sudah seminggu berada di lokasi pengungsian.

Sementara itu, Skolastika Susanti Tufan, salah satu instruktur di Kelas Edukasi PGRI Flores Timur mengatakan, keceriaan anak-anak dalam kegiatan yang mereka laksanakan merupakan kebahagiaan baginya.

“Saya melihat ada keceriaan di Kelas Edukasi. Dari pancaran wajah mereka, terbaca ada kerinduan yang luar biasa untuk sekolah,” tuturnya.

Skolastika katakan, bermain sambil belajar, bernyanyi, membaca dan menulis untuk anak-anak di lokasi pengungsian, memang sangat dibutuhkan sehingga  mesti didorong lebih intensif.

Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian menjelaskan, sejauh ini proses donasi edukasi tahap pertama yang dilaksanakan oleh PGRI Flores Timur juga sudah berjalan lancar, khususnya di lima titik pada wilayah Adonara bagian timur.

Maksi sapaannya menyebutkan, hal ini berkat kerja sama yang baik dengan PGRI Cabang Ile Boleng, Witihama, Klubagolit, dan PGRI Adonara.

Hadir bersama memberi aksi nyata di antaranya, Komunitas Guru Garis Depan (GGD), Guru SMPN 2 Larantuka, Guru SMPN 1 Larantuka, Guru SMPN 1 Lewolema termasuk juga dengan Karang Taruna Lamatou dan relawan lainnya.

Lihat juga...