Lebaran CDN

Tak Miliki Surat Bebas Covid-19, Pemudik Siap-siap Dikarantina

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Bagi warga Semarang yang tinggal di luar daerah maupun masyarakat umum yang akan mudik ke Kota Semarang, siap-siap dikarantina. Hal ini seiring dengan pemberlakuan kebijakan karantina atau isolasi bagi para pemudik, dalam upaya pengendalian penyebaran covid-19.

“Bagi warga atau masyarakat perantau, termasuk juga warga Kota Semarang, namun bekerja di luar kota, yang akan datang ke Kota Semarang, wajib menunjukkan surat keterangan sehat negatif covid-19 yang masih berlaku. Bagi mereka yang tidak dapat menunjukkan keterangan tersebut, akan kita isolasi selama 5 x 24 jam,” papar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat ditemui di Semarang, Jumat (23/4/2021).

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta seluruh masyarakat Kota Semarang, termasuk dari pihak kecamatan dan kelurahan, untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan masing-masing.

“Saya minta seluruh camat dan lurah, dengan melibatkan RW dan RT setempat, termasuk Kampung Siaga Candi Hebat, untuk melakukan pemantauan di lingkungan masing-masing. Cek, kalau ada pendatang atau perantau yang mudik, sudah memiliki surat bebas covid-19 belum. Pastikan juga surat tersebut valid dan berlaku sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Di satu sisi, melalui surat edaran Wali Kota Semarang Nomor B/1 806/443/tV/2021, tertanggal 22 April 2021 tersebut, Pemkot Semarang juga melarang setiap warga/masyarakat Kota Semarang termasuk ASN atau pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Kota Semarang untuk mudik/pulang kampung/bepergian ke luar daerah mulai tanggal 21 April 2021 sampai dengan 24 Mei 2021.

“Khusus untuk ASN/pegawai negeri, akan dilakukan pengawasan oleh dinas terkait, jika melanggar tentu akan ada mekanisme sanksi yang berlaku,” tandasnya.

Pihaknya berharap dengan kebijakan tersebut, diharapkan dapat mencegah meningkatnya angka covid-19 di Kota Semarang. Termasuk mencegah munculnya klaster baru dari libur Lebaran mendatang.

Terpisah, salah seorang warga Kota Semarang, Bambang Purnomo, mendukung langkah kebijakan penerapan surat bebas covid-19 bagi para perantau yang akan pulang kampung ke Semarang.

“Ini menjadi upaya kita bersama, dalam mencegah penyebaran covid-19. Apalagi di Kota Semarang, saat ini angka covid-19 sudah menurun,” terangnya.

Namun demikian, dirinya berharap penerapan kebijakan tersebut diberlakukan secara tegas. Dirinya mencontohkan di wilayah Tembalang, yang dikenal sebagai daerah pendidikan karena ada sejumlah perguruan tinggi, selama ini masih kelonggaran bagi para pendatang, terkait kewajiban surat bebas covid-19.

“Di wilayah saya, banyak mahasiswa yang baru datang dari luar kota, mereka tidak membawa surat bebas covid-19. Ada yang dari Jakarta, Bandung, Surabaya. Kalau mereka naik transportasi umum seperti kereta api atau pesawat, memang sudah diwajibkan memiliki surat bebas covid, namun banyak yang menggunakan kendaraan pribadi dan mereka tidak memiliki surat tersebut,” ungkapnya.

Dirinya khawatir hal senada akan terjadi pada kebijakan serupa, yang mengatur pemudik pada saat libur Lebaran mendatang. “Kalau ini tidak diantisipasi dan diawasi, maka kebijakan tersebut akan sia-sia,” pungkasnya.

Lihat juga...