Lebaran CDN

Taman Gajah di Bandar Lampung Jadi Tempat Favorit Ngabuburit

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Taman Gajah (Elephant Park) di jalan Jenderal Sudirman, Bandar Lampung, menjadi tempat favorit bagi masyarakat sekitar untuk bersantai, atau ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.

Hendrik, penyedia permainan becak mini dan mobil mini di taman itu menyebut, jika selama Ramadan jumlah pengunjung meningkat. Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, antusiasme warga untuk menikmati suasana taman itu cukup tinggi.

Keberadaan tempat rekreasi, taman bersantai, area olahraga jenis outdoor fitness mendukung kegiatan warga. Penyediaan fasilitas tenda khusus di sisi jalan Sriwijaya dan jalan Majapahit, digunakan warga untuk berjualan menu takjil. Peluang itu menjadi sumber ekonomi warga kala pandemi.

Hendrik, penyedia mainan becak mini di taman gajah Enggal, Bandarlampung menyiapkan permainan anak anak menjelang waktu berbuka puasa, Minggu (25/4/2021). -Foto: Henk Widi

“Wahana permainan becak mini, mobil mini disediakan untuk anak-anak. Sebab, sebagian warga mengajak serta anak-anak untuk bersantai menjelang waktu berbuka puasa. Meski masuk zona orange penyebaran Covid-19, di area taman sudah disediakan tempat cuci tangan. Sejumlah pengunjung juga memakai masker saat berada di area ini,” terang Hendrik saat ditemui Cendana News, Minggu (25/4/2021).

Menurut Hendrik, Taman Gajah menjadi lokasi favorit untuk bersantai bersama keluarga karena dekat dengan sejumlah pusat perbelanjaan, dan menjadi tempat untuk aktivitas olahraga basket, jalan santai atau sekadar duduk menikmati suasana jelang sore.

Hendrik menyebut, jika masuk pekan ke dua Ramadan aktivitas ngabuburit di Taman Gajah makin ramai. Ditiadakannya pembatasan aktivitas memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mencari penghasilan. Selain jasa menyewakan wahana permainan, Taman Gajah juga menjadi peluang bagi warga atau pedagang untuk menyediakan berbagai kuliner khas Ramadan, yang diberi lapak khusus.

Susana, pedagang menu takjil, mengaku memanfaatkan peluang jelang waktu berbuka atau ngabuburit. Ia menyediakan menu es cincau dan lamang tapai khas Padang. Kedua hidangan itu kerap dicari oleh warga untuk menu berbuka puasa. Menyediakan menu berbuka puasa dengan harga jual Rp5.000 hingga Rp10.000, membuat ia bisa mendapat omzet puluhan hingga ratusan ribu rupiah per hari.

“Saya sudah buka selepas azhar, karena pedagang telah diberi lapak dengan tenda untuk penjualan menu takjil,” ulasnya.

Susana juga menyediakan lapak di jalan Sriwijaya, jalan Majapahit dan jalan Jenderal Sudirman. Lokasi yang mengapit Taman Gajah dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang takjil untuk mendapat konsumen dari segala arah. Sejumlah pedagang menggunakan gerobak dorong untuk menjual berbagai menu minuman dan makanan berbuka puasa.

Sementara itu, Zaky, warga setempat, memanfaatkan keramaian Taman Gajah dengan menjadi juru parkir. Ratusan kendaraan yang terpakir di bahu jalan dominan pengunjung Taman Gajah.

“Beberapa pengunjung ingin membeli takjil sesuai kebutuhan, sehingga harus memarkirkan kendaraan mobil dan motor di sekitar Taman Gajah,” ungkapnya.

Diperbolehkannya warga melakukan kegiatan ekonomi berjualan menu takjil, sebut Zaky, menjadi sumber penghasilan. Meski aktivitas bagi pedagang kecil dibatasi hingga pukul 22.00 WIB, tidak mengurangi minat warga berkunjung ke Taman Gajah. Sebagai lokasi ngabuburit, warga memanfaatkan area lapangan skateboard, sepatu roda dan bersepeda menunggu waktu petang.

Lihat juga...